Wali Kota Bekasi Bersama Warga Terima Penghargaan Dari CFD Indonesia

57

KOTA BEKASI -(Garudanews.id) – Car Free Day (CFD) Indonesia kembali memberikan penghargaan kepada Wali Kota Bekasi, Rahmat Effensi terkait penyelenggaraan CFD di Kota Bekasi di Jembatan Fly Over Summarecon, Minggu (01/10) bersama-sama warga yang sedang melakukan CFD. Dalam penerimaan penghargaan tersebut, Wali Kota Bekasi didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jumhana Luthfi bersama jajarannya dan beberapa pejabat eselon 2.

Albert selaku perwakilan dari CFD Indonesia mengatakan, bahwa beberapa minggu yang lalu sempat bertandang ke CFD Kota Bekasi dengan tidak memunculkan diri untuk melakukan observasi pada saat pelaksanaan CFD dan bertepatan pada tanggal 22 September yang lalu memperingati hari Car Free Day se-dunia.

“Kota Bekasi kami lihat banyak peningkatan dalam pelaksanaan CFD-nya, yang pertama kami lihat adalah adanya kanalisasi pemisah antara pesepeda dan pejalan kaki juga pelari,” ujar Albert.

Lanjut Albert, Kota Bekasi juga melakukan penataan yang konsisten dan komitmennya untuk membenahi pedagang kaki lima, dan ini menjadi salah satu nilai plus dari Kota Bekasi yang memang berbeda dengan kota-kota lainnya.

“Disini (CFD Kota Bekasi,red) pedagang kaki limanya di tata dengan rapi tidak di jalur CFD dan kami melihat banyak sekali tempat sampah yang dapat di akses oleh publik,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengungkapkan rasa puji dan syukur karena Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk yang kesekian kalinya mendapatkan penghargaan, dan pagi ini mendapatkan penghargaan pengelola CFD tingkat Nasional.

“Kepada pengelola CFD Kota Bekasi saya mengingatkan agar tidak ada senam di badan jalan, senam bisa dilakukan di lingkungan GOR dan di lingkungan Stadion Patriot Chandrabhaga, untuk pedagang kaki lima silahkan berjualan di jalan-jalan penghubung jalan utama jangan di jalan utama,” ujar Rahmat.

Rahmat juga menghimbau kepada para pejalan kaki atau yang berlari untuk tidak mengambil jalur sepeda, ambil jalur untuk pejalan kaki dan jadikan budaya bersih sebagai karakter.

“Siapa saja yang membawa sampah atau nemu sampah ambil masukkan ke tongsampah kalau gak ada tempah sampahnya masukin dulu sampah keringnya ke kantong,” pesannya.

Menurut Rahmat, bila  masyarakatnya berbudaya bersih maka tidak hanya dapat penghargaannya tapi dapat juga karakter dan budayanya karena itu yang akan dibangun.

“Sepuluh bulan ini sudah berbagai penghargaan diraih, itu bukan karena saya atau pak Syaikhu tetapi karena motivasi warga dan aparaturnya. Penghargaan CFD ini berkat tertib warganya dan budaya yang sudah mulai dibangun,” tandasnya. (Adi)

Anda mungkin juga berminat