Delapan Tewas dalam Serangan Truk di Jalur Sepeda Manhattan

97

NEW YORK (Garudanews.id) – Seorang supir truk pickup membunuh delapan orang dan melukai lebih dari selusin lainnya saat mengendarai sepeda motor di New York City pada Selasa siang, di mana pihak berwenang mengatakan bahwa itu adalah serangan teroris.

Pengemudi berusia 29 tahun itu ditembak oleh polisi di perut dan dibawa ke tahanan setelah menabrakkan truk ke sebuah bus sekolah dan melarikan diri dari kendaraannya, Komisaris Polisi New York City James O’Neill mengatakan dalam sebuah konferensi pers.

Seorang juru bicara untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyebut insiden tersebut sebagai “Tindakan nyata terorisme.”

Ditanya pada konferensi pers tentang laporan bahwa pengemudi tersebut meneriakkan “Allahu Akbar” – yang merupakan bahasa Arab untuk “Tuhan yang terbesar” – O’Neill mengatakan bahwa sebuah pernyataan yang dibuat oleh tersangka ketika dia keluar dari truknya dan keadaan umum dari serangan tersebut dipimpin Penyelidik untuk memberi label kejadian tersebut sebagai “Peristiwa teroris”.

O’Neill mengatakan polisi tidak akan mengidentifikasi pengemudi saat ini. Serangan itu mengingatkan beberapa serangan serupa yang dilakukan di Eropa tahun lalu. Gubernur Andrew Cuomo mengatakan tersangka tampaknya telah bertindak sendiri.

“Tidak ada bukti yang menunjukkan plot yang lebih luas atau skema yang lebih luas. Ini adalah tindakan satu individu yang dimaksudkan untuk menyebabkan rasa sakit dan bahaya dan mungkin kematian,” kata Cuomo pada konferensi pers.

Walikota Bill de Blasio menyebut serangan tersebut sebagai “Tindakan pengecut terorisme.”

Sopir memasuki jalur sepeda di Manhattan yang lebih rendah pada pukul 03.05 waktu setempat, kata O’Neill, menambahkan bahwa dia dipersenjatai dengan pistol bola dan pistol pelet.

Dua anak dan dua orang dewasa terluka saat truk tersebut menabrak bus sekolah, katanya.

O’Neill mengatakan tersangka mengendarai truk Home Depot yang disewa, namun mengatakan bahwa polisi tidak akan mengungkapkan saat ini dimana truk tersebut disewa.

Setelah serangan itu, sepeda yang hancur dan rata menyusuri jalan sepeda, yang membentang sejajar dengan West Side Highway di ujung barat Manhattan di sepanjang Sungai Hudson.

 Dari delapan orang yang tewas, enam di antaranya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian dan dua lainnya dinyatakan tewas di sebuah rumah sakit terdekat, kata O’Neill.

Komisaris kebakaran Daniel Nigro mengatakan 11 orang yang selamat dengan luka serius namun tidak mengancam jiwa dibawa ke rumah sakit. Demikian seperti dikabarkan Reuters.

Presiden AS Donald Trump diberitahu tentang kejadian tersebut, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan.

Serangan serupa di Eropa tahun lalu menewaskan puluhan orang. Pada tanggal 14 Juli 2016, seorang tersangka mengendarai sebuah truk besar ke kerumunan yang merayakan Hari Bastille di kota Nice di Prancis, menewaskan 86 orang dan melukai ratusan lainnya dalam sebuah serangan yang oleh Negara Islamnya bertanggung jawab.

Lima bulan kemudian seorang migran berusia 23 tahun dari Pakistan membawa sebuah truk ke sebuah pasar Natal yang ramai di Berlin tengah, menewaskan 12 orang dan melukai 48 lainnya.

Pada bulan April tahun ini, seorang pencari suaka yang gagal menyusuri jalan yang sibuk di sebuah truk di Stockholm tengah, menabrak sebuah department store dan membunuh tiga orang dalam apa yang oleh perdana menteri disebut serangan teroris. (Chep)

Anda mungkin juga berminat