Program KS Diduplikasi Paslon Lain

163

BEKASI, (Garudanews.id) – Kartu Sehat (KS) berbasis NIK sampai saat ini masih dirasakan manfaatnya oleh warga Bekasi. Walaupun ada sebagian kecil kasus pelayanan yang kurang memuaskan dari sejumlah pasien yang menggunakan KS, namun menurut ketua Tim Pemenangan Rahmattl Effendi – Tri Adhainto, Solihin berpendapat bahwa KS masih eksis hingga sekarang.

Solihin juga mengatakan bahwa ada Duplikasi menyerupai KS, namun menurutnya kartu yang hampir sama dengan KS masih sekedar wacana.

“Kalau ada kartu lain selain dari kartu sehat, itu masih wacana,” kata Gus Shol sapaan akrab Solihin.Minggu (1/4)

Sementara itu, Komisi I DPRD Kota Bekasi telah menyetujui penambahan anggaran untuk Kartu Sehat (KS) pada tahun 2018.

Setidaknya, Rp 180 miliar anggaran digelontorkan untuk KS, anggaran tersebut diharapkan mampu untuk membiayai seluruh warga kota Bekasi supaya dapat memperoleh layanan dari KS.

“Tahun ini anggaran KS sudah kita naikkan menjadi Rp 180 miliar. Itu diberikan kepada seluruh warga kota bekasi yang ingin berobat diseluruh rumah sakit pemerintah dan swasta yang telah bekerjsama dengan pemerintah kota bekasi. Dan semuanya itu gratis,” tandasnya.

 

Solihin juga menjelaskan bahwa Kartu Sehat juga mengcover biaya pendidikan dari mulai SD, SMP hingga SMA. Namun, menurut dia, Kota Bekasi masih bertanggung jawab dengan upaya menggelontrokan subsudi anggaran biaya pada pendidikan tngkat SMA/SMK sejak kebijakan diambil alih Provinsi Jawa Barat. Hal itu mengingat, bahwa para peserta didik yang mengenyam pendidikan tingkat SMA/SMK merupakan warga Kota Bekasi.

 

“Kalau untuk biaya pendidikan tingkat SD dan SMP sudah gratis. Namun, karena kebijakan pengelolaan SMA dan SMK diambil alih ke provinsi maka pemkot bekasi tetap memberikan bantuan biaya pendidikannya. Namun, kalau pengelolaan SMA dan SMK itu dikembalikan lagi kepada pemkot bekasi, kita tetap mampu koq menggratiskannya,” ujar Gus Sol.

“Jadi KS ini multi fungsi dalam satu kaartu sekaligus. Tinggal menunjukkan KS nya, maka seluruh biaya pendidikan maupun bantuan hibah lainnya juga akan diterima,” sambungnya.

Ia juga menambahkan bahwa jelang Pikada masing-masing Paslon menampilkan program andalan dalam rangka menjaring konstituen mereka. Namun begitu , Gus Sol menilai tak jarang program yang dipasarkan tersebut menyerupai program yang sebenarnya telah ada sebelumnya.

“Jadi wajar saja kalau menjelang politik saat ini banyak program unggulan yang ditawarkan. Saat ini masyarakat kita sudah cerdas koq. Kalau soal pelayanan kesehatan saat ini, melalui terobosan KS dari Rahmat Effendi kan memang sudah terbukti,” pungkasnya. (Red)

Anda mungkin juga berminat