Ridwan Kamil Setuju Provinsi Jabar Dimekarkan

148

CIKARANG (Garudanews.id) –  Jumlah penduduk Jawa Barat saat ini tidak sebanding dengan luas wilayah, untuk itu perlu adanya pemekaran. Hal itu dilakukan guna mempercepat proses administrasi dan pelayanan masyarakat. Demikian diungkapkan  calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di sela-sela road show politinya di Cikarang, Jumat (20/4).

“Pemekaran daerah bagian dari ketidakadilan yang harus diperjuangkan. Karena penduduk di Jawa Barat yang jumlahnya mencapai 48 juta jiwa, wilayah itu hanya 27 daerah,” kata Emil sapaan akrabnya.

Menurut Emil, akibat ketimpangan tersebut, maka akan menggangu pelayanan publik.

Emil membandingkan dengan wilayah Jawa Timur. Dimana jumlah penduduknya mencapai 48 juta jiwa, wilayah itu memiliki 38 daerah. Maka kata dia, pelayanan lebih cepat, urusan lebih mudah, uang APBN turun lebih banyak. Karena uang APBN sudah berbanding lurus dengan daerah.

Asumsinya, satu orang Jawa Timur hanya Rp1 juta untuk biaya hidup, orang Jawa Barat hanya 600 ribu. Bagaimana ingin bersaing? Ini yang harus diperjuangkan dengan cara dimekarkan.

“Jadi, jumlah wilayah di Jawa Barat minimal harus mendekati 40 daerah,” kata Emil.

Meski pemekaran masih dalam proses moratorium, Emil optimis pemekaran akan dibuka tahun 2019 mendatang.

“Jadi kita lobi secara politik, tahun 2019 Jawa Barat kita mekarkan dengan melalui presiden baru,”  ucap Emil.

Wilayah Jawa Barat Selatan seperti Sukabumi, Bogor, Cianjur, Tasikmalaya dan Garut, termasuk Kabupaten Bekasi wilayah utara akan menjadi peta pemekaran tersebut. Karena wilayah itu memiliki luas dan belum tersentuh pembangunan. (dar)

Anda mungkin juga berminat