Megawati Ancam Pecat Kader yang Tak Menangkan Pilgub Jateng

131

SOLO (Garudanews.id) – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan  menginstruksikan seluruh kader untuk memenangkan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018.

Ia meminta Jateng harus “merah” saat pilgub pada 27 Juni mendatang.

Mega berpidato selama satu jam di depan lebih dari 50 ribu massa PDI Perjuangan di Stadion Manahan, Solo, dalam Apel Siaga kader PDIP se-Jateng, Jumat (11/5).

“Juni adalah bulannya Bung Karno. 1 Juni lahirnya Pancasila, 6 Juni lahirnya Bung Karno, dan 21 Juni meninggalnya beliau. Maka 27 Juni apakah saudaraku anak-anakku siap memerahkan Jawa Tengah?” tanya dia dengan lantang.

Seperti dilansir dari Gatra, Mega mengultimatum para pimpinan DPD, DPC, anggota dewan, serta bupati, dan walikota dari PDIP.

Ia menyatakan tak segan-segan memberi hukuman berat jika mereka gagal memenangkan pilgub di wilayahnya.

“Awas, kalau ndak menang pimpinan-pimpinan yang duduk-duduk ini tak sembelih kabeh (semua). Dewan yang di sini tak ganti (saya ganti). Siapa yang tempatnya kalah tak pecat pemimpine (saya pecat pimpinannya),” ujarnya.

Untuk menang mutlak di Jateng, jalan satu-satunya, menurut Mega, adalah dengan bekerja keras. Ia tidak mau melihat struktur dan kader hanya berleha-leha.

Sebab kompetisi di Pilgub Jateng menurut dia sangat krusial karena hanya dua pasangan calon.

“Ini head to head lho. Jangan di sini (Stadion Manahan) saja ramai, tapi pulang dari sini tidur. Semua jangan tidur ya, jaga masing-masing, TPS ya, jaga suara masing-masing,” kata dia.

Presiden RI ke lima itu juga sempat menyinggung peristiwa penyanderaan di Mako Brimob yang mengakibatkan lima polisi meninggal.

Selain mengutuk aksi napi teroris, ia juga menyatakan bela sungkawa kepada keluarga korban. Menurut Mega, apel siaga kader ini sekaligus sebagai show off bahwa PDI Perjuangan siap berdiri tegak mengamankan Pancasila dan NKRI.

Pemilihan Jateng sebagai lokasi apel siaga juga menegaskan posisi provinsi ini sebagai kandang banteng dan benteng penjaga Pancasila.

Mega mengatakan sengaja berpidato dengan lantang agar suaranya terdengar keras hingga seantero negeri.

“Sengaja saya bengok-bengok  (teriak–teriak) agar semua melihat, supaya Bali melihat, supaya Jatim melihat, Kalimantan, Papua, Aceh melihat seperti apa Jawa Tengah,” ujarnya.

Apel siaga dihadiri hampir seluruh petinggi DPP PDIP. Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menjadi inspektur apel. Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menjadi pimpinan apel.

Ada pun Calon Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, didaulat membacakan “dedication of life” yang dicetuskan Ir Soekarno.

Calon Wakil Gubernur Taj Yasin turut hadir dengan kostum khasnya, baju koko, sarung, plus peci hitam.

Sebelum mengakhiri pidato, Mega meminta Ganjar dan Yasin berdiri di sampingnya.

Mega berpesan agar sisa masa kampanye  47 hari dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Empat puluh hari nggak lama lho, apalagi ada puasa, cepet itu. Bikin acara-acara di bulan Puasa, ikut tarawih di masyarakat ya,” kata Mega.

Sedangkan dalam sambutannya, Puan Maharani menginstruksikan seluruh kader melaksanakan empat hal.

Yakni selalu membumikan Pancasila,  terjun langsung dan menyelesaikan masalah rakyat, serta menjaga persatuan sesama kader.

“Ke empat, menangkan pilkada Jateng 2018, pilpres dan pileg 2019,” katanya. (Red/Lya)

Anda mungkin juga berminat