Polres Bekasi Ungkap Penyebar Hoax “Perang Salib”

54

BEKASI, (Garudanews.id) – Selebaran Hoax akhir-akhir ini meresahkan masyarakat Kota Bekasi, khususnya umat Islam dan umat Kristen Bekasi. Dalam selebaran tersebut, adalah ajakan “perang salib” yang mengatasnamakan umat Kristen pendukung salah satu calon walikota Bekasi.

Kepolisian Polres Metro Bekasi Kota pun segera bertindak cepat dengan merespon dengan viralnya selebaran tersebut  yang sudah menyabar melalui dunia maya. Dan hasilnya, Polres Metro Bekasi kota berhasil menangkap tersangka penyebar “Perang salib” tersebut.

“Polres Metro Bekasi Kota berhasil mengungkap kasus atau perkara penyebaran informasi yang dapat menimbulkan kebencian bagi kelompok, atau masyarakat tertentu yang bersifat SARA,” kata Wakapolres Metro Bekasi AKBP Wijonarko, Bekasi, Senin (28/5).

Sebelumnya, berita beredarnya Informasi hoax itu sudah tersebar viral di media sosial sejak beberapa hari lalu. Polisi menerima informasi tersebut pada Jumat 25 Mei 2018, lalu mendalami berita tersebut, serta meminta keterangan beberapa saksi. Tak lama kemudian, polisi berhasil mengamankan tersangka. pelaku berinisial S (42). S ditangkap di Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Sabtu (26/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Atas informasi tersebut, kita melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi. setelah tertangkap,Pelaku mengakui telah menyebarkan berita tersebut di WA, sehingga berita itu menjadi viral,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, S dijerat Pasal 45 A ayat (2) junto Pasal 28 ayat (2) UU RI nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman 6 tahun penjara. Polisi juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti terkait kasus itu.

Seperti diketahu,Selebaran tentang ajakan “Perang Salib” tersebut mengatasnamakan Gerakan Pemuda Kristen Bekasi For Rahmat Effendi (GPKB Forendi). Selebaran itu ditujukan kepada para ulama, ustaz dan habib se-Kota Bekasi.

Momen pilkada Kota Bekasi 2018 memang diwarnai dengan berbagai macam isu yang bertujuan untuk memecah belah masyarakat. Namun kedewasaan pola pikir masyarakat kota Bekasi yang kian cerdas memilih berita yang benar, menjadikan masyarakat Kota Bekasi yang tidak mudah untuk terprofokasi.(Mam)

Anda mungkin juga berminat