Pilkades Serentak di Kabupaten Bekasi Diwarnai Politik Uang

45

CIKARANG (Garudanews.id) – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Danto mengatakan, politik uang masih saja beredar saat pelaksanaan pesta demokrasi langsung. Baik itu ditingkatan lokal maupun nasional. Dengan istilah ‘ngebom’ atau ‘guyuran’. Peristiwa tersebut biasanya terjadi tengah malam (H-1). Bahkan, di hari pencoblosan berlangsung. Tak tanggung-tanggung peredaran uang itu berkisar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu per-orang.

Hal tersebut dikatakannya menyusul banyaknya laporan dari masyarakat terkait prektik politik uang yang terjadi di sejumlah wilayah saat Pilkades serentak yang berlangsung di Kabupaten Bekasi.

“Isu-isu politik uang masih berjalan, ada pelaporan masyarakat dibawah,” kata politisi Gerindra itu, saat mengevaluasi tingkat partisipasi politik masyarakat terhadap pilkades masih rendah, Senin (27/8).

Menurutnya, transaksional politik uang yang terjadi ditengah-tengah masyarakat membawa preseden (buruk) menurunnya tingkat partisipasi politik. Terlebih, hajat demokrasi langsung ini banyak merugikan masyarakat. Alhasil, masyarakat menjadi pesimis.

“Karena yang dipilih hanya ini lagi-ini lagi, tidak ada uang ga nyoblos, tidak datang ke TPS,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Danto, politik uang yang dimainkan oleh para calon kades itu akan menghasilkan kepemimpinan yang buruk alias tidak berkualitas dalam tata kolala pemerintahan desa. Dia mencontohkan, salah satu kepala desa tidak dapat menyusun laporan anggaran desa.

“Ini temuan Komisi I di beberapa wilayah desa,” ujarnya.

Kendati demikian, dia berharap kedepannya agar regulasi yang mengatur tentang pelaksanaan pilkades dapat berjalan seiringan.

“Ada peraturan bupati (Perbup) nomor 5 tahun 2018 yang dapat di revisi, sehingga ada peranan masyarakat berpolitik,” terangnya.

Diketahui, 154 desa di wilayah Kabupaten Bekasi telah melaksanakan pilkades serentak 2018. Warga yang menggunakan hak pilihnya mulai dari 4.000 hingga 40 ribu suara pemilih. Adapun anggaran pilkades yang bersumber dari APBD mencapai Rp28 miliar. (Dar)

Anda mungkin juga berminat