Presiden: Berbeda pilihan tak mengapa tapi jangan saling tidak menyapa

63

JAKARTA (Garudanews.id) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan, bahwa bangsa Indonesia ini diberi anugerah oleh Tuhan keberagaman, kemajemukan, warna-warni, bermacam-macam, berbeda-beda suku, berbeda-beda agama, berbeda-beda adat, berbeda-beda tradisi.

Oleh sebab itu, Kepala Negara mengajak semuanya untuk menjaga persatuan karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan.

“Pilihan bupati berbeda ya enggak papa, ini memang pesta demokrasi. Pilihan gubernur (berbeda), enggak apa-apa berbeda. Tapi jangan sampai tidak saling menyapa antar teman, tidak saling sapa antar tetangga, tidak saling sapa antar kampung,” tutur Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Ke-1 Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) Tahun 2018, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/9) siang.

Menurut Presiden, yang seperti itu ada, banyak, dirinya bukan asal ngomong.  Walaupun Pemilihan Presiden (Pilpres) sudah berlangsung 4 (empat) tahun, masih dibawa sampai sekarang. “Ini pilpresnya sudah rampung di 2014,” ujarnya.

Kalau saja kita ini bersatu, Kepala Negara meyakini, kekuatan kita ini akan muncul. Ia menunjuk contoh Asian Games ke-18 kemarin, dimana tidak ada berpikir yang Badminton itu agamanya apa, yang Pencak silat itu dari suku apa, yang Panjat tebing itu dari pulau mana, di provinsi mana.

Saat itu, lanjut Kepala Negara, kita hanya berpikir satu, kita ini Indonesia, sehingga akhirnya ya dapat 31 emas. Ranking keempat, sebelumnya ranking 22, ranking 17, ranking 15 gitu.

“Kita bisa masuk ke rangking 4 ya luar biasa. Itu betul-betul berkat sebuah perjuangan keras para atlet, kembali lagi, tidak berpikir suku saya apa, agama saya apa, saya dari daerah mana, provinsi mana enggak berpikir. Semuanya berpikir ini untuk hanya untuk Indonesianya. Hanya seperti itu,” tegas Presiden Jokowi. (Skb/Red)

Anda mungkin juga berminat