Wartawan Reuters Diganjar Tujuh Tahun Penjara oleh Pengadilan Myanmar

177

YANGON (Garudanews.id) – Majelis Hakim Pengadilan Myanmar pada Senin, (3/9) akhirnya memvonis dua wartawan Reuters dinyatakan bersalah melanggar hukum tentang rahasia negara dan memenjarakan mereka selama tujuh tahun.

Hal inilah yang menjadi peristiwa penting, dimana negara tersebut dinilai telah melanggar nilai demokrasi. Sebagian pihak melihat kasus ini sebagai ujian kemajuan menuju demokrasi di negara Asia Tenggara.

Seperti diketahui, hakim distrik utara Yangon Ye Lwin mengatakan Wa Lone, 32, dan Kyaw Soe Oo, 28, melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi era kolonial ketika mereka mengumpulkan dan memperoleh dokumen rahasia.

“Para terdakwa … telah melanggar bagian Rahasia Resmi Act 3.1.c, dan dijatuhi hukuman tujuh tahun,” kata hakim, menambahkan bahwa waktu yang dihabiskan sejak mereka ditahan pada 12 Desember akan diperhitungkan.

Pihak pembela dapat mengajukan banding atas putusan ke pengadilan daerah dan kemudian mahkamah agung.

Padahal, Kedua wartawan, yang sedang menyelidiki pembunuhan oleh pasukan keamanan warga desa Rohingya pada saat penangkapan mereka, telah mengaku tidak bersalah.

Seperti dikabarkan Reuters, putusan itu muncul di tengah meningkatnya tekanan pada pemerintah pemenang Nobel Aung San Suu Kyi atas tindakan keras yang dipicu oleh serangan oleh gerilyawan Muslim Rohingya terhadap pasukan keamanan di Negara Bagian Rakhine di Myanmar barat pada bulan Agustus 2017.

Sebelumnya, lebih dari 700.000 warga Muslim Rohingya yang tidak memiliki kewarganegaraan telah melarikan diri ke Bangladesh sejak saat itu, menurut badan-badan PBB. (Yan)

 

 

Anda mungkin juga berminat