Demo BBM, Pagar DPRD Kota Bekasi Terbakar

73

BEKASI, (Garudanews.id) – Kenaikan harga BBM berdampak di beberapa daerah. Kebijakan Pemerintah pusat yang menaikan harga BBM jenis Pertamax dan Dexlite dinilai tidak transparan. Gelombang unjuk rasa memprotes kebijakan tersebut pun berlangsung di beberapa wilayah.

Di Kota Bekasi, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Kota Bekasi melakukan aksi mimbar bebas menuntut pemerintah untuk segera menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), di depan Kantor DPRD Kota Bekasi, Senin (15/10).

Mereka meminta kepada DPRD Kota Bekasi untuk menyampaikan kepada pemerintah agar mengkaji kembali kenaikan harga BBM.

Koordinator aksi, Adhwan Ardiansyah dalam mempimpin aksi pun mengatakan kenaikan BBM jenis ini tak berpihak kepada rakyat.

“kenaikan BBM Jenis Pertamax yang mencapai 1.400 ini sangat tidak sesuai kesepakatan bersama, seharusnya kenaikan ini ada sosialisasi dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” kata Adhwan.

Dalam aksi tersebut, para peserta aksi sempat bersitegang dengan apartat keamanan, hal tersebut berawal dari para peserta aksi yang membakar ban dan menyambar pagar DPRD kota Bekasi. Api yang menyambar ke pagar tersebut berhasil dipadamkan oleh pihak keamanan yang bertugas saat itu.

Para pendemo mengancam akan terus melakikan aksinya hingga dapat bertemu dengan anggota DPRD Kota Bekasi serta tuntutan mereka dikabulkan.

“Bilamana pada hari ini anggota DPRD kota Bekasi tidak menemui kami dan melakukan realisasi tuntutan-tuntutan yang sudah kami ajukan, kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dari hari ini,”ujarnya.

Bukan hanya itu, para peserta aksi unjuk rasa juga mengancam akan menduduki DPRD Kota Bekasi jika tidak ada anggota dewan yang menemui mereka untuk mrlakukan dialog.

“Kami akan diam disini sampai benar-benar turun dan diskusi bareng dengan kami juga sampai ada kontrak kesepakatan dengan kita,”tandasnya. (Mam)

Anda mungkin juga berminat