74 Persen Warga Jakasampurna Pengguna KS-NIK

104

BEKASI,(Garudanews.id) – Kartu Sehat (KS) berbasik NIK yang beberapa waktu lalu juga menuai banyak polemik di kalangan akademisi, kini terus di sosialisasikan kepada masyarakat tentang perubahan tata cara penggunannya. Sosialisasi dilakukan di tingkat kelurahan. Setelah road show di beberapa kelurahan dan kecamatan, sosialisasi juga di laksanakan di kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, pada Senin (19/11).

Lurah Jakasampurna Nurdin berharap bahwa sosialisasi KS-NIK dapat segera di pahami oleh masyarakat, dan perangkat kelurahan di tingkat bawah dapat secara aktif berperan dalam sosialisasi tersebut.

“Sosialisasi ini langsung bekerjasama dengan kepala puskesmas rawa tembaga, itu dalam rangka menjawab keraguan masyarakat tentang penggunaan KS, kelurahan bersama pukesmas menjelaskan sedetil mungkin tentang penggunaan kartu sehat,” kata Lurah Nurdin.

“Kita juga sampaikan kepada rt dan rw serta tokoh masyarakat agar mereka bisa menjelaskan kembali kepada masyarakatnya, nanti kalau kurang jelas, silahkan diarahkan kembali kepada kita,” kata  Nurdin menambahkan.

Ia juga menambahkan bahwa kelurahan Jakasampurna akan melaksanakan jemput bola bersama puskesmas dalan pelayanan kesehatan. Pengguna KS-NIK di kelurahan Jakasampurna sendiri saat ini sudah mencapai 74 persen daru total warga Jakasampurna.

“Puskesmas akan melakukan kunjungan dor to dor terhadap rumah warga dalam rangka peningkatan layanan lesehatan, Jakasampurna sendiri dari hasil evaluasi kemarin sudah lebih dari 74 persen dari jumlah total 26.000 kk,” katanya

Sementara itu Kepala Puskesmas (Kapus) Jakasampurna Oom Karomah mengatakan tentang sistim jaringan nasional yang menjadi acuan dari Kartu Sehat (KS) berbasis NIK.

“Kalau keadaan gawat darurat, langsung kerumah sakit, biasanya kalau rujukan diberi waktu 24 jam untuk gawat darurat, jadi rumah sakit harus menerima, nanti rujukan bisa menyusul,” kata Oom Karomah.

Ketika ditanya terkait dengan pelayanan puskesmas, dirinya terus memperbaiki pelayanan dan mengajukan anggaran terkait dengan fasilitas kesehatan untuk melayani masyarakat.

“Kurangnya dimana, kami diberi tahu agar menjadi koreksi bagi kami. Jadi kalau ada yang kurang silahkan komen ke kami, sampaikan keluhan kepada kami,” Oom menambahkan.

Oom Karomah juga berharap dengan sosialisasi tersebut, masyarakat dapat segera memahami tata cara penggunaan KS-NIK yang kini memang mengalami perubahan dalam penggunaannya.

“Mudah-mudahan tidak terjadi lagi kesalahpahaman dalam pelayanan, sering terjadi karena belum tahu prosedur dan alurnya, mudah-mudahan dapat mengurangi kesalahpahaman dalam pelayanan tersebut,” tandasnya. (Mam)

Anda mungkin juga berminat