Perusahaan Perkebunan  Dapat Kucuran Pembiayaan Syariah

72

PAPUA (Garudanbews.id) – Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Manokwari, Papua Barat, hari ini Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyaksikan acara penandatanganan kerjasama pembiayaan syariah antara Indonesia Eximbank/Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dengan PT MedcoPapua Hijau Selaras (MPHS). MPHS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pengelolaan kelapa sawit di Manokwari, Papua Barat. Bentuk kerjasama tersebut dilakukan dengan skema pembiayaan syariah dan jasa konsultasi kepada MPHS, sebagai jaminan fasilitas plasma kepada petani plasma yang mencapai total Rp150 Miliar.

Selain fasilitas pembiayaan syariah, LPEI juga menyerahkan Community Development dan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Petani Plasma MPHS. Bantuan Program Community DevelopmentLPEI dalam bentuk jasa konsultasi pelatihan pengelolaan pembukuan dan pelaporan pajak kepada pengurus koperasi. Sedangkan CSR diberikan dalam bentuk sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh para petani plasma, seperti penyediaan fasilitas umum seperti Puskesmas, lapangan bermain, mobil ambulance, dan lain sebagainya di area kebun.

Dalam sambutannya, Menkeu mengatakan LPEI sebagai institusi yang dibentuk oleh Kemenkeu untuk mendorong, meningkatkan dan membantu seluruh komponen ekspor sehingga menghasilkan devisa bagi negara. “Untuk itu, saya berterima kasih kepada para pihak swasta dan LPEI yang telah menggunakan sumber daya yang ada di Manokwari dan berusaha secara bersungguh-sungguh untuk meningkatkan ekspor sehingga berdampak positif bagi masyarakat di sekitar lokasi”, ujarnya, dalam siaran persnya, Rabu (19/12).

Menkeu juga mengungkapkan, hal yang penting untuk diketahui bahwa dalam memberikan fasilitas ekspornya LPEI tidak mengutamakan pendapatan operasional semata, namun juga turut memperhatikan dan memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan, memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkesinambungan. Apakah itu dalam bentuk penciptaan lapangan pekerjaan, pemberdayaan wanita, maupun pembangunan infrastruktur publik oleh pelaku ekspor yang dapat dinikmati oleh masyarakat daerah sekitar.

Sejak tahun 2010, MPHS telah menjalin kerjasama dengan para petani plasma yang tergabung dalam 11 Koperasi Unit Desa (KUD). Kerjasama ini telah membuka lapangan pekerjaan kepada 478 petani. Hingga bulan Agustus 2016, MPHS telah membangun kebun plasma seluas 2.684,65 hektar dan memiliki kurang lebih 1.500 pekerja.

Selama ini, hasil kebun MPHS telah diekspor ke berbagai negara melalui PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk dan Wings Group. Kedepannya, dengan adanya pembiayaan dari LPEI, MPHS diharapkan dapat menghasilkan kualitas produksi yang lebih baik agar mampu memperoleh sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang menjadi syarat dalam melakukan ekspor. Sesuai dengan mandat yang diberikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), LPEI harus mampu berperan dalam menjadikan eksportir Indonesia sebagai pelaku usaha yang disegani di tataran global dengan menghasilkan produk dan jasa ekspor yang berkelas dunia.

Acara penandatanganan kerjasama pembiayaan syariah ini dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Bupati Manokwari, jajaran pejabat Eselon I Kemenkeu, Dewan Direksi di bawah Kemenkeu, Anggota Dewan Direktur LPEI, Manajemen MPHS, serta masyarakat penerima manfaat. (red)

 

Anda mungkin juga berminat