Diduga Kampanye Untuk Capres 01, Gubernur Jateng Diperiksa Bawaslu

77

SEMARANG (Garudanews.id) Netralitas kepala daerah jelang pilpres 2019 kembali dipertanyakan. Hal tersebut menyusul pernyataan sejumlah gubernur dan wali kota yang mendukung salah satu pasangan capres tertentu.

Akibatnya, sejumlah kepala daerah harus berurusan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Seperti, pada Jumat (15/2) gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo diperiksa Bawaslu karena diduga berkampanye untuk paslon capres cawapres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ganjar tiba di kantor Bawaslu Jateng pada pukul 12.45 WIB dan selesai menjalani pemeriksaan 14.15 WIB. Ganjar diperiksa 1,5 jam di kantor Bawaslu karena menggelar deklarasi dukungan dari 31 kepala daerah kepada pasangan Capres Jokowi-Amin di Kota Surakarta pada Sabtu (26/1).

Kepada wartawan, Ganjar membeberkan jika Bawaslu mengkonfirmasi mengenai apa yang dituduhkan oleh dirinya. “Tadi ditanya apakah kegiatan itu yang mengundang saya. Saya jawab iya. Apakah benar yang diundang adalah kepala daerah, saya jawab tidak, karena yang saya undang pribadi, ini undangannya saya tunjukkan dari handphone saya kemudian ‘dicapture’,” katanya.

Mantan anggota DPR ini juga menerangkan jika yang diajak adalah individu yang kebetulan kepala daerah dan merupakan kader partai politik serta pendukung koalisi.

Pertanyaan lain, Ganjar mengakui jika ditanya mengenai apakah setelah ini ada tindakan selanjutnya. “Saya jawab pasti ada, mereka petugas partai dan saya minta mereka bergerak untuk memenangkan Jokowi-Amin,” ujarnya, dilansir dari Antara.

Masih di tempat yang sama, Ketua Bawaslu Jateng Fajar Subkhi mengatakan pemeriksaan Ganjar Pranowo dilakukan terkait adanya laporan dugaan pelanggaran kampanye pada kegiatan deklarasi dukungan di Hotel Alila, Kota Surakarta.

“Ada 20 pertanyaan dan berlangsung selama 1,5 jam. Poin pertanyaannya ya sekitar kegiatan itu, siapa yang punya ide acara itu, siapa yang diundang, bagaimana teknik mengundang, apa saja yang dibahas dan apakah menggunakan fasilitas negara atau tidak,” kata Fajar. (Mhd)

Anda mungkin juga berminat