Jembatan Ciduren Rusak Parah, Dua Pemda Ini Saling Lempar Tanggung Jawab

105

BOGOR (Garudanews.id) – Akibat tergerus aliran sungai, Jembatan Ciduren yang terletak di Jalan Raya Rancamaya Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan bagian ujung jembatan amblas hingga menimbulkan lubang yang menganga.

Rusaknya  jembatan Ciduren ini pun dikeluhkan oleh sejumlah warga. Selain dapat mengakibatkan kecelakaan bagi pengguna jalan, jembatan itu dinilai sangat vital sebagai sarana transportasi yang menghubungkan antar wilayah Kota dan Kabupaten

Namun sayangnya, pemerintah daerah belum ada tanda-tanda melakukan perbaikan. Padahal, jembatan tersebut merupakan perlintasan antara dua pemerintah daerah (Pemda), yakni Kota dan Kabupaten Bogor.

Terbengkalainya kerusakan jembatan Ciduren itu diduga karena dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di dua wilayah itu saling mengandalkan perbaikan.

“Kami tentunya sebagai masyarakat sangat kecewa dengan sikap pemerintah daerah baik Kota dan Kabupaten Bogor yang saling mengandalakan untuk memperbaiki jalan jembatan Ciduren,” kata Edi, salah satu tokoh pemuda di Bogor Selatan itu kepada garudanews.id, Senin (25/2).

Menurut dia, jembatan Ciduren tersebut sangat dibutuhkan sekali sebagai akses jalan masyarakat pengguna kendaraan bermotor dalam melakukan aktivitas sehari- hari baik pekerja maupun pelajar.

Ketua Panitia pembanguna jembatan Ciduren membenarkan adanya kerusakan jembatan yang hingga saat ini masih terbengkalai. Dia pun menjelaskan bahwa jembatan tersebut berada di wilayah satu desa Kabupaten dan dua Kelurahan Kota Bogor.

“Yaitu Desa Bitung Sari Kecamatan Ciawi, dan itu merupakan wilayah Kabupaten. Selain itu jembatan Ciduren juga masuk Kelurahan Bojong Kerta dan Kelurahan Raharja Sari Kecamatan Bogor Selatan, wilayah itu masuk Kota Bogor. Hal ini mungkin yang jadi kendala dua wilayah tersebut dalam menganggarkannya,” jelasnya.

Sementara itu, guna kelancaran arus lalu lintas di jembatan Ciduren, ia bersama warga perbatasan saling bahu membahu untuk memperbaikinya.

“Sebagai inisiatif, kami meminta bantuan melalui keropak di jalan, meminta kepedulian masyarakat pengguna jalan penghubung antara kedua wilayah ini,” pungkas Edi. (Muklis)

Anda mungkin juga berminat