Oknum Guru SMP Rote Selatan Aniaya Siswa, Orang Tua Tak Terima

78

ROTE NDAO, (Garudanews.id) – Kasus  kekerasan disekolah kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh salah satu oknum guru SMP 1 Rote Selatan Kabupaten Rote Ndao, NTT, yang memukuli siswanya. Kasus yang viral di media sosial ini pun memicu perdebatan. Pasalnya, korban kekerasan yang merupakan anak di bawah umur itu sempat dirawat di rumah sakit. Dimana dalan video tersebut memperlihatkan pemukulan bertubi-seorang oknum guru SMP Negeri 1 Rote Selatan kepada dua siswanya.

Bapak korban, Yopi Dethan mengaku tidak terima dengan perlakuan guru SMP yang menganiaya anak didinya tersebut. Pemukulan yang dilakukan oknum guru bernama RA terhadap dua siswanya itu terjadi pada awal bulan tanggal (6/2) lalu, Yakni , Jay Dethan dan Iwan Malelak “Ini sudah masuk kategori penganiayaan berat. Tidak sekadar ditampar, tapi di tendang dan di tampar bertubi tubi. ‘Bahkan terjadi juga teriakan oleh teman teman siswa,” ujar Yopi Dethan kepada garudanews, Minggu (10/2).

Dia juga mempertanyakan, apakah kekerasan fisik dilakukan oleh guru kepada siswanya dibolehkan atas nama pendidikan? Menurut informasi yang dihimpun orang tua siswa berdasarkan kesaksian dari teman teman korban, persoalan dimulai ketika dua siswa diduga mengambil minyak bensin dari motor teman sekolah korban.

Lalu guru memanggil dua siswa masing-masing Jay Dethan dan Iwan Malelak, keduanya lansung ditampar dan ditendang bertubi-tubi. Korban sempat dibawa ke kantor kepala sekolah, dengan sempoyongan dan berjalan seperti tahanan. “Kalau misalnya karena anak saya nakal, saya sebagai bapaknya meminta maaf. Tapi, tidak semestinya anak saya dianiaya seperti ini. Sebagai orang tua, saya tidak terima,” ujarnya

Menurutnya, selama guru tidak menderita gangguan jiwa maka dilarang untuk melakukan tindakan hukum menganiaya anak didiknya. Untuk itu, dirinya meminta kasus ini agar diselesaikan secara hukum. “Kita sudah ada UU perlindungan Anak. Jadi penyelesaian tidak pakai damai lagi. Besok hari ini) saya akan laporkan kasus penganiayaan itu ke polsek Rote Selatan. Agar oknum guru itu dihukum sesuai ndang-undang yang berlaku,” tegasnya. (Dance Henukh)

Anda mungkin juga berminat