Hadapi UNBK, Sejumlah Sekolah di Bogor Kekurangan Sarana Komputer

299

BOGOR (Garudanews.id) – Kepala Sekolah SMPN 2 Jasinga Kabupaten Bogor Jawa Barat, Arlinus mengaku kekurangan sarana komputer/laptop menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019 ini. Pasalnya, dari jumlah siswa yang saat ini sebanyak 375, pihaknya hanya memiliki 85 unit. Itu pun ditambah dengan kelas jauh.

“Kami sudah berusaha numpang ke SMAN 1 Jasinga, tapi sudah penuh. Ada 6 sekolah yang numpang ke sekolah itu. Antara lain SMP Satu Atap 1,2,3. Kemudian SMP Cagar Budaya, SMP Muhammadiyah Jasinga 1, dan 2,” ujar Kepsek SMPN 2 Jasinga kepada garudanews.id, Sabtu (23/3).

Selain itu, ia juga mengaku pernah mengajukan kepada SMAN Leuwiliang, akan tapi kendalanya jauh, yaitu melewati 3 kecamatan.

Menurutnya, pelaksanaan UNBK memang bukan hanya dikeluhkan oleh sekolahnya. Di SMPN lain juga mengalami kasus yang sama. Yakni persoalan kurangnya laptop sebagai sarana penunjang.

Sementaraitu, kata dia, pemerintah daerah dinilai kurang siap dalam pengadaan infrastruktur pelaksanaan UNBK.

“UNBK ini sudah tahun ke 3 siapa yang bertanggungjawab, sementara kepala sekolah cuma pelaksana di wilayah,” ungkap Arinus.

Ia mengungkapkan, dua hari sebelumnya, pihaknya telah menghadap Kabid SMP se-kabupaten Bogor, namun hingga pelaksanaan UNBK belum ada solusi atau pun bantuan sarana dari Disdik kabupaten Bogor.

Sementara, Ketua LSM LP Tipikor menyangkan upaya disdik terkait prasana UNBK sampai tahun ke 3 belum juga terpenuhi sarananya. Sedangkan UNBK diwajibkan.

“Berdasarkan PP NO.17 tahun 2010 pendidikan adalah tanggung jawab Bupati/Wali Kota kalau kedudukanya di kota madya atau kabupaten,” tegas Ketua LSM LP Tipikor, Jonathan Pasaribu.

Ia berharap pihak Disdik membatu sekolah yang kekurangan sarana laptop untuk menghadapi UNBK yang akan di laksanakan mulai 23 April 2019.

“Masih ada waktu kalau Pemkab mau bantu,” pungkasnya. (Razi)

Anda mungkin juga berminat