Batik Tuban Hasil Binaan BAZNAS Dipamerkan di Ajang Puteri Kartini 2019

147

JAKARTA (Garudanews.id) – Kain Batik karya mustahik pemberdayaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dari Tuban, Jawa Timur dipamerkan dalam ajang perlombaan Puteri Kartini 2019 di Hall Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4).

Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Randi Swandaru mengatakan, kerajinan kain batik ini merupakan hasil produksi para mustahik yang didukung melalui program pemberdayaan Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS.

“Dengan ikut berpartisipasinya kain batik Tuban dalam kegiatan seperti ini BAZNAS berharap, para mustahik bisa semakin semangat dalam memproduksi dan bangga karena telah ikut melestarikan budaya,” ujar Randi.

Menurut Randi, kain Batik Tuban ini telah beberapa kali dipamerkan di kesempatan skala nasional hingga internasional. Pada kesempatan kali ini, batik hasil karya mustahik binaan BAZNAS ikut serta dalam ajang Puteri Kartini 2019,” katanya.

Dengan adanya ajang seperti ini, Randi mengharapkan para pengrajin batik bisa mendapatkan kehidupan yang layak dan sejahtera lantaran masih berada di bawah garis kemiskinan. Untuk itu, BAZNAS mengembangkan program ZCD dengan memanfaatkan segala sumber daya dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan mustahik.

“Kain batik karya mustahik ini menerapkan konsep ramah lingkungan, produknya menggunakan pewarna alam dan ecofashion,” kata Randi.

Kain Batik dan Tenun dari Tuban, Jawa Timur hasil karya mustahik binaan BAZNAS ditampilkan dan dipakai oleh 10 finalis pada acara puncak ajang pemilihan Puteri Kartini 2019. Pada akhir 2018 lalu, kain batik ini juga dipamerkan oleh model-model pada kegiatan Eco Fashion Week Indonesia yang diselenggarakan di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Andella Romelia, Panitia Puteri Kartini mengatakan, ajang ini berbeda dari ajang kecantikan pada umumnya. Sebab, dalam ajang ini para peserta didapuk menjadi agen perubahan dalam bidang pendidikan.

“Ajang ini berbeda dengan ajang kecantikan lainnya. Mereka difokuskan untuk menjadi ajang perubahan di bidang pendidikan. Karena para pesertanya merupakan usia remaja dari 16 tahun hingga 24 tahun,” kata Andella.

Nur Amalia, Panitia Puteri Kartini lainnya juga mengatakan, bahwa ajang Puteri Kartini selaras dengan BAZNAS yang memberdayakan para mustahik di daerah- daerah seperti pengrajin batik untuk memasarkan batik di kancah nasional dan internasional.

“Nantinya para Puteri Kartini menjadi agen pemasaran para mustahik ajang batiknya mendunia sehingga tarah kehidupan mereka meningkat. Ingat semua ini berawal dari zakat,” ucap Nur Amalia.(HAB)

Anda mungkin juga berminat