Sempat Diprediksi Tak Lolos ke Senayan, Suara PKS Malah Melejit

103

JAKARTA (Garudanews.id) – Pemilu 2019 merupakan sejarah baru  untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Karena, menurut hasil hitung cepat menembus di atas delapan persen. Capaian ini merupakan angka tertinggi sepanjang PKS mengikuti Pemilu sejak 1999 silam.

Bukan hanya optimis lolos ambang batas parlemen (PT), Presiden PKS Sohibul Iman malah yakin suara partainya tembus dua digit. Keyakinannya itu berdasarkan hitungan yang dilakukan oleh DPP PKS.

“Kita akan memiliki hasil yang jauh lebih baik dari Pemilu 2014 dan diprediksi insyaallah akan mendapatkan hasil akhir dua digit sebagaimana amanat Musyawarah Nasional,” kata Sohibul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/4).

Perolehan tersebut, kata dia, berkat Tuhan, Allah SWT, dan juga bantuan para tokoh agama.

“Kita ucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Rote sampai Pulau Miangas yang memberikan kepercayaan kepada PKS. Sehingga PKS mendapatkan lonjakan suara yang cukup signifikan,” kata dia.

Tak lupa, dia berterima kasih kepada seluruh kader, struktur dari pusat sampai ke daerah, yang sudah bekerja keras, bekerja ikhlas, bekerja cerdas dan juga bekerja tuntas dalam memperjuangkan PKS.

“Juga tentu kita berterima kasih kepada habaib, ulama, asatiz [para guru], dan tokoh masyarakat sehingga PKS memperoleh suara yang signifikan,” ucapnya menambahkan.

Menurut dia, capaian Pileg 2019 ini juga berkat politik gagasan lewat empat program yang dibutuhkan oleh masyarakat. Misalnya, penghapusan pajak STNK, SIM seumur hidup, RUU Perlindungan Ulama, dan penghapusan pajak penghasilan di bawah Rp8 juta.

“Tidak lupa bahwa kita juga melakukan kampanye kreatif sehingga kita mendapatkan simpati dari masyarakat, memberikan suasana yang gembira bukan suasana permusuhan bahkan ada program khusus untuk milenial yakni 8Stories. Ini juga merupakan kampanye yang kreatif,” kata Sohibul.

Sejak keikutsertaannya dalam pemilu pascareformasi, PKS menunjukkan grafik raihan suara yang cenderung naik. Pada Pemilu 1999, saat masih bernama Partai Keadilan (PK), parpol ini meraih 1,36 persen suara nasional dan 7 kursi di DPR.

Setelah berganti nama menjadi PKS dan ikut Pemilu 2004, partai kader ini mendapat 7,34 persen suara dan mendapat 45 kursi di DPR. Pemilu 2009, PKS meraih 7,88 persen suara dan 57 kursi DPR. Sementara pada Pileg 2014 PKS mengalami penurunan suara dengan raihan 6,79 persen dan 40 kursi di DPR.

Untuk hasil Pileg 2019 sendiri, KPU belum mengumumkan hasil akhir. Namun berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei, PKS mencapai rekor dengan tembus angka 8 persen.

Misalnya, quick count Litbang Kompas dengan total suara 87 persen. PKS mendapat 8,56 persen atau peringkat kelima. Bahkan, quick count Indo Barometer, dengan total suara 91,58 persen, menyebut PKS ada di urutan keempat dengan capaian 9,66 persen.

Hitung cepat LSI Denny JA sendiri, dengan total suara masuk 98,75 persen, menempatkan PKS di urutan enam dengan raihan 8,04 persen. (SI/Red)

Anda mungkin juga berminat