Bawaslu Rote Belum Temukan Bukti Dugaan Money Politik Caleg PKB

314

ROTE NDAO, (Garudanews.id) – Menjelang pemilihan legislatif dan pilpres yang digelar serentak 17 April 2019 lalu, dinodai dengan aksi money politik.

Salah satu yang mencuat adalah Caleg Demokrat, Welem Paulus yang melaporkan Yusuf Mandala warga Lekik Desa Oelunggu bersama Stefanus Rada ke Bawaslu Kabupaten Rote Ndao dengan dugaan money Politik.

Menurut Welem, dirinya melaporkan Yusuf Mandala karena diduga terlibat money politik dengan bukti memberikan sejumlah uang senilai Rp400 ribu, kepada dua warga Desa Oelunggu Stefanus bersama istrinya untuk memilih calon Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, berinisial AK.

Namun sayangnya setelah ditelusuri oleh Bawaslu, kasus tersebut ternyata tidak mengarah pada money politik.

Menurut Ketua Bawaslu Kabupaten Rote Ndao, Tarsis Tomeluk, ditemui media ini, pihaknya mengaku sudah melakukan pemangilan saksi terkait dugaan money politik.

“Sejauh ini belum ada bukti yang mengarah pada masalah tindakan pidana maupun tindak pidana pemilu. Sehingga belum bisa ditindak,” kata Tarsis, Selasa (30/4).

Sebelumnya diberitakan media ini Calon Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Welem Paulus, melaporkan Yusuf Mandala warga Lekik Desa Oelunggu bersama Stefanus Rada ke Bawaslu Kabupaten Rote Ndao dengan dugaan money Politik.

Namun, Yusuf Mandala membantah bahwa ia melakukan money politik. Bahkan, ia merasa dijebak oleh Welem dan untuk mengakui bahwa pemberian uang suap itu atas perintah Anwar Kiah, (Caleg PKB).

Anwar Kiah Caleg PKB nomor urut 1, ketika dikonfirmasi terkait dengan money politik yang diduga dilakukan oleh pendukungnya, dengan tegas ia menampiknya dan mengaku tidak pernah memberikan uang kepada siapapun dengan tujuan untuk mempengaruhi orang dalam Pileg.
(Dance Henukh )

Anda mungkin juga berminat