Aliansi Mahasiswa Bersatu Sulsel Geruduk Polda

278

MAKASSAR (Garudanews.id) Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan (Sulsel) Bersatu yang tergabung dari organisasi Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR) Sulsel, FPAM Bantaeng, dan Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya (HPMB-Raya), mendesak kepolisian segera melakukan penyelidikan atas kasus dugaan mafia pasar yang melibatkan Wakil Bupati.

“Kahadiran kami di depan Polda Sulsel merupakan bentuk dukungan kami kepada Institusi kepolisian untuk mengusut kasus dugaan mafia pasar yang melibatkan Wakil Bupati Jeneponto,” ujar Irsan Karsa dan Misbah dalam orasinya saat melakukan aksi unjuk rasa (Unras)di Polda Sulsel, Senin (13/5) kemarin.

Pihaknya juga mengingatkan kepada Kapolda Sulsel agar transparan dalam menagani  kasus tersebut, dan mampu mentersangkakan pelaku mafia pasar di Jeneponto.

“Langkah yang diambil Kapolda Sulsel sangat tepat, dan sesuai hasil investigasi dan monitoring teman-teman menemukan dugaan keterlibatan Wakil Bupati Jeneponto dalam mafia pasar ini,” ucap Irsan.

Selain kasus mafia pasar di Jeneponto, aliansi mahasiswa juga mengutuk tindakan refresif oknum aparat Polres Bantaeng saat mengawal aksi 2 Mei lalu.

“Kami sangat kecewa terhadap oknum kepolisian Polres Bantaeng yang melakukan tindakan refresif terhadap aksi kami pada tanggal 2 Mei yang lalu. Untuk itu kami mendesak Kapolda agar segera melakukan evaluasi kinerja Kapolres Bantaeng yang dianggap  lalai dalam mengawal anggotanya,” tegas Misbah, salah satu perwakilan dari aliansi mahasiswa itu.

Bahkan bukan itu saja, banyak persoalan  kasus di Bantaeng yang tidak mampu untuk diselesaikan pada masa jabatan Kapolres.

“Kami atas nama aliansi mahasiswa mendesak Kapolda Sulsel untuk mencopot Kapolres Bantaeng yang dianggap telah mencederai nama besar kepolisian,” tegas Misbah yang juga Ketua Cabang Balla Tujua HPMB-Raya. (JF/KS/HNN)

Anda mungkin juga berminat