MUI Rekomendasikan Program Pesbukers Tidak Tayang Lagi Tahun Depan

292

JAKARTA (Garudanews.id) –  Komisi Informasi dan Komunikasi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menemukan lima program televisi yang bermuatan tarian erotis, percakapan bernada mesum dan ejekan yang tidak mendidik selama bulan Ramadhan pada tahun 2019 ini.

Tim Pemantau TV Ramadhan MUI mencatat kelima program tersebut, yakni Sahur Seger Trans7, Sahurnya Pesbukers ANTV, Bukbernya Wo Banget Trans7, Pesbukers Ramadan ANTV, dan Gado-Gado TransTV.

“Itu adalah bagian dari klimax kita, melihat program-program itu yang kurang nyaman, termasuk juga menyebut Ramadhan dan sahur tetapi isinya tidak mencerminkan nilai Ramadhan,” kata Cholil Nafis, yang juga anggota Tim Pemantau TV Ramadhan MUI saat Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (29/5).

Seharusnya Ramadhan diisi dengan Shalat Malam, Tadarus Al-Quran dan berbagai ibadah lainya, bukan diisi dengan konten-konten yang tidak sehat seperti, tertawa yang berlebihan, banyolan, ejekan, dan dialog yang tidak bermanfaat.

Sebelum Ramadhan, Cholil mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan menyampaikan kepada produsen program-program tersebut untuk mengindahkan aspek-aspek dakwah dalam menyajikan acara tv tersebut, namun belum terlihat itikad baik untuk berbenah.

Untuk itulah, MUI merekomendasikan TransTV dan TV7 tidak di beri Anugerah Syiar Ramadhan (ASR) tahun ini dan menyetop program Sahurnya Pesbukers dan Pesbukers Ramadan di ANTV.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi mengaku, sudah melakukan pembicaraan dengan KPI agar acara Ramadhan yang berisi tarian erotis, percakapan-percakapan bernada mesum dan ejekan tidak tayang lagi tahun depan.

“Kami sudah berembug dengan teman-teman KPI untuk, tahun depan itu, sudah tidak boleh ada acara sahur dan Ramadhan yang mengandung unsur erotis, dan ini sudah berbentuk regulasi yang sifatnya umum,” kata Masduki.

Selain itu, MUI juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menonton acara-acara tv tersebut, sebagai sanksi kepada produsen dan bagian dari edukasi. (Mina/Wan)

Anda mungkin juga berminat