Soal Insiden Penabrakan Kapal, Kemenlu RI Panggil Dubes Vietnam

207

JAKARTA (Garudanews.id) –Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) mengaku telah memanggil pihak Kedutaan Besar Vietnam di Jakarta, untuk menyampaikan protes atas insiden penabrakan KRI Tjiptadi 381 oleh kapal dinas Perikanan Vietnam di Laut Natuna Utara.

“Kemlu telah memanggil Dubes Vietnam di Jakarta untuk menyampaikan protes atas penyerempetan kapal Dinas Perikanan Vietnam terhadap KRI Tjiptadi 381,” kata Kemlu RI seperti dikutip dari akun Twitter-nya, Selasa (30/4).

Dalam cuitannya tersebut, Kemlu mengatakan, tindakan kapal Dinas Perikananan Vietnam membahayakan nyawa aparat kedua negara, tidak sejalan dengan hukum internasional, dan tidak sesuai dengan semangat ASEAN.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI, Yudo Margono menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (27/4) pukul 14.45 WIB.

Saat itu, KRI Tjiptadi-381 melaksanakan penegakan hukum di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia, tepatnya di Laut Natuna Utara terhadap Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam BD 979 yang sedang melaksanakan penangkapan ikan secara ilegal (Illegal Fishing).

Kapal Coast Guard Vietnam berusaha untuk menghalangi proses penegakan hukum yang dilakukan oleh KRI Tjiptadi-381 lewat provokasi dengan cara menabrakkan kapalnya ke KRI Tjiptadi-381, serta menghadang dan menabrak lambung kiri buritan KIA BD 979.

“Kejadiannya di ZEE Indonesia sehingga tindakan penangkapan yang dilaksanakan oleh KRI Tjiptadi-381 sudah benar dan sesuai prosedur. Namun, pihak Vietnam juga mengklaim bahwa wilayah tersebut merupakan perairan Vietnam,” katanya.

Akibat tindakan berbahaya kapal Vietnam KN 264 dan KN 231 tersebut , mengakibatkan kapal KIA BD 979 mengalami kebocoran dan tenggelam.

KRI Tjiptadi 381 berhasil menyelamatkan dan mengamankan 12 anak buah kapal (ABK) Kapal Ikan Vietnam, namun dua ABK yang berada di atas kapal ikan tersebut berhasil melompat ke laut dan ditolong oleh Kapal Pengawas Perikanan Vietnam. (Red)

Anda mungkin juga berminat