Soal Rencana Aksi 22 Mei, Jokowi: Itu urusan polisi dan TNI

269

JAKARTA (Garudanews.id) – Presiden Joko Widodo tidak ambil pusing soal rencana aksi yang dilakukan oleh pendukung Prapowo- Sandi pada 22 Mei mendatang saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasi Pemilu 2019.”Itu urusan polisi dan TNI lah,” ujar Jokowi di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (19/5).

Jokowi menegaskan Pemilu sudah dilakukan. Begitu juga dengan prosesnya, sudah jelas. “17 April yang lalu rakyat sudah berkehendak, sudah memutuskan, ya kan. Setelah itu ada proses, proses perhitungan, prosesnya itu semua diikuti, karena semua proses demokrasi seperti itu,” tandasnya.

Untuk itu, lanjut pria asal Solo ini, jika telah dihitung maka KPU tentu akan menetapkan pemenang Pilpres. “Kalau tidak puas, yang namanya kalah ya mesti tidak puas. Enggak ada yang kalah itu puas, enggak ada. Kalah itu pasti enggak puas,” ucapnya.

Jika menemukan kecurangan, lanjut Jokowi, maka jalurkanya adalah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sedangkan jika ada sengketa, bisa dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ini kan mekanisme menurut konstitusi, mekanisme yang sudah disepakati bersama-sama di DPR, semua fraksi ada semua, semua partai ada, jangan aneh-aneh lah,” tambah mantan gubernur DKI Jakarta ini. (Hab)

Anda mungkin juga berminat