Golkar Kehilangan 6 Kursi di DPR, BPPG Desak Airalangga Dicopot

261

JAKARTA (Garudanews.id) – Tidak tercapainya target perolehan kursi di DPR tingkat pusat bagi Partai Golkar membuat kader muda partai berlambang beringin tersebut mendesak untuk dilakukannya Musyawarah Nasional (Munas) dipercepat.

“Kita mendorong musyawarah nasional dipercepat. Ini karena kita bersepakat bahwa sebenarnya Golkar ini dalam kondisi kritis. Jadi, ini adalah titik terendah dari pemilu-pemilu sebelumnya bahwa sekarang Golkar dari 2 besar turun jadi 3 besar,” ujar Inisiator Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG), Abdul Aziz kepada sejumlah wartawan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (16/6).

Wacana pergantian Airlangga Hartarto, kata Azis, menyusul adanya penurunan signifikan dari suara Partai Golkar yang kehilangan lebih dari 1,2 juta suara dan mengakibatkan Golkar kehilangan 6 kursi di DPR RI. Oleh sebab itu, BPPG mendesak DPP agar melaksanakan Munas di bulan Juli atau Agustus guna mengevaluasi kondisi partai saat ini.

Aziz menilai Ketua Umum, Airlangga Hartanto gagal mengembalikan kejayaan Golkar dengan warisan elektabilitas yang tinggi di masa kepemimpinan Setya Novanto. Tak hanya itu, Aziz pun menilai keberhasilan partai tidak bisa subjektif melainkan kuantitatif dengan pencapaian jumlah suara dan kursi di DPR.

“Dalam peninggalan Novanto di angka 16%. Mestinya kalau memang Airlangga bisa mengembalikan kejayaan Golkar, itu adalah modal yang besar. Cuma nyata kan di sebelum pemilu, Golkar hanya mendapat 9% dan hasil akhirnya cuma 12 koma sekian persen,” ujarnya.

Oleh karenanya, BPPG mengusulkan Bambang Soesatyo untuk menggantikan Airlangga. Aziz meniilai politisi asal Jateng itu satu-satunya sosok yang pantas untuk memimpin partai berlogo pohon beringin tersebut.

Menurut Aziz, Bamsoet sosok yang loyal terhadap partai dan mengedepankan kepentingan partai. Selain itu, Bamsoet sebagai sosok yang bersih jauh dari prahara politik.

“Karena beliau pertama kita nilai orang yang berdedikasi tinggi terhadap partai. Dia rela mengorbankan waktu dan hartanya untuk partai dan yang paling penting adalah beliau adalah sosok yang bersih,” tandas Aziz. (Mkls)

 

Anda mungkin juga berminat