Diputus Bersalah Oleh DKPP, Ketua KPU Kota Bekasi Terancam Sanksi

613

JAKARTA, (Garudanews.id) – Ketua KPU kota Bekasi Nurul Sumarheni diputus bersalah oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dalam sidang yang digelar Oleh DKPP di Ruang Sidang DKPP, L 5, Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat pada Rabu (17/07).

DKPP menjatuhkan sanksi peringatan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi Nurul Sumarheni karena terbukti telah melakukan kesalahan melanggar kode etik terkait penyelenggara Pemilu beberapa waktu lalu.

“Menjatuhkan sanksi peringatan kepada teradu Nurul Sumarhaeni,” putus ketua Majelis DKPP, Muhammad dan didampingi anggota majelis, Teguh Prasetyo, Ida Budhati dan Alfitra Salam di kantor DKPP Jalan Thamrin Jakarta.

Sidang kode etik penyelenggara Pemilu dengan agenda pembacaan Putusan Perkara NO.71-PKE-DKPP/IV/2019 pengadu Amsar, Wiraswasta dan Teradu Nurul Sumarhaeni Ketua KPU Kota Bekasi tersebut, dihadiri oleh Pelapor.

Dalam pertimbangannya majelis berpendapat teradu melakukan kesalahan yaitu,

1. Teradu telah lalai dan tidak cermat dalam pendistribusian dan pengakutan surat suara pemilu tahun 2019.

2. Terbukti tidak teliti, tidak cermat, dan tidak menaati SOP melaksanakan pendistribusian logistik pemilu

3. Terbukti melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu.

4. Tindakan teradu dengan pasal 6 ayat (2) huruf d, pasal 6.ayat (3) huruf a, pasal 11 hiruf a dan c, dan pasal 15 huruf f, g, dan h peratutan DKPP RI No 2 tahun 2017 tentang kode penyelenggara pemilu.

Oleh karena itu, DKPP memerintahkan KPU Jawa Barat untuk melaksanakan putusan paling lama 7 hari sejak putusan ini dibacakan. Selanjutnya, DKPP juga memerintahkan Bawaslu RI untuk melaksanakan keputusannya. (Mam)

Anda mungkin juga berminat