DPRD Desak SKPD di Lingkungan Pemprov DKI Agar ingkatkan Serapan Anggaran 

286

JAKARTA (Garudanews.id) – Pelantikan pejabat yang dilakukan gubernur DKI pada pekan lalu diharapkan memberikan angin segar bagi pembangunan di Jakarta.
Peneyrapan anggaran di sejumlah SKPD yang relatif rendah, memasuki 2020 mendatang bisa ditingkatkan. Khususnya SKPD yang bermitra dengan Komisi D.

Adalah anggota Komisi D, Neneng Hasanah yang mengharapkan 90 persen penyerapan anggaran bisa dilakukan oleh dinas SDA. “Jika kadis sebelumnya hanya mampu melaksanakan anggaran 61 persen. Era Pak Juani harus 90-95 persen penyerapan anggarannya,” ujarnya.

Rendahnya penyerapan anggaran akan mempengaruhi sejumlah pembangunan yang dibutuhkan dalam mengantisipasi banjir. “Perbaikan saluran air, waduk itu harus selalu menjadi perhatian. Dan dinas SDA harus pula memiliki alat berat yang bisa membantu kinerja di lapangan,” katanya.

Belum lagi, memasuki Agustus yang diperkirakan akan memasuki musim pemlnghujan. “Pompa mobil, pembenahan saluran, tanggul dan waduk harus dilakukan evaluasi. Dan harus kerja keras. Jangan hanya dibelakang meja. Harus cepat bergerak,” jelasnya.

Kadis SDA, Juani mengungkapkan jika harapan penyerapan anggaran hingga 90 persen merupakan pekerjaan rumah yang sangat berat.” Kita akan berusaha untuk memenuhi target penyerapan yang besar. Tapi itu bukan persoalan mudah, karena akan menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar buat kami,” ujar Juaini yang ditemui dikantornya di kawasan Jatibaru, Rabu (10/7) malam.

Menurutnya, Gubernur Anies memberikan sejumlah pesan pada Dinas SDA, yakni tidak hanya menanggulangi bencana banjir, melainkan membantu PAM Jaya menyediakan air bersih bagi masyarakat miskin di wilayah RW kumuh.

Karenanya, dalam membantu mewujudkan ketahanan air bersih bagi warga masyarakat Jakarta, Dinas SDA DKI akan membangun pengolahan air bersih di setiap RW kumuh yang air bersihnya sulit didapat.

” Bahan baku air bersih itu dialirkan dari pipa PAM Jaya. Nanti warga membeli air bersih dengan galon seperti membeli dari depo air bersih di lima wilayah,” katanya.

Sementara itu, bagi wilayah yang belum bisa dijangkau air perpipaan oleh Aetra dan Palyja akan dijual air bersih yang menggunakan mobil tanki. Pria Betawi yang sudah dua kali ikut lelang jabatan ini. (HNN)

Anda mungkin juga berminat