Laode M Syarif Gugur, Inilah Nama Capim KPK yang Masuk 20 Besar 

339

JAKARTA (Garudanews.id) –  Panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Jumat (23/8) mengumumkan 20 nama yang lolos tahap profile assessment di Kementerian Sekretariat Negara Jakarta.

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih mengatakan 20 orang yang lolos dalam tahap ini wajib mengikuti seleksi berikutnya yaitu, tes kesehatan, wawancara dan uji publik. Tes kesehatan sendiri akan dilakukan RSPAD Gatot Subroto Jakarta pada Senin 26 Agustus 2019, mulai pukul 08.00 WIB. “Wawancara dan uji publik digelar pada tanggal 27 hingga 29 Agustus 2019 di Kementerian Sekretariat Negara,” ungkapnya.

“Tes kesehatan pada hari Senin 26 Agustus 2019 mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai. Bertempat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat,” kata Yenti di Kementerian Sekretariat Negara Jakarta, Jumat (23/8)

Pada tes kesehatan itu, kata Yenti, setiap peserta diwajibkan membawa KTP, kartu ujian, dan datang 30 menit lebih awal dari jadwal yang sudah ditentukan.  Usai tes kesehatan, para capim akan mengikuti tes wawancara dan uji publik pada 27-29 Agustus 2019 di Kementerian Setneg, Jakarta Pusat.

“Peserta yang tidak mengikuti tes kesehatan dan wawancara dinyatakan gugur,” tegas Yenti.

Dalam tes wawancara dan uji publik tersebut, Pansel  Capim KPK akan melibatkan dua orang ahli. Dua ahli itu berlatarbelakang akademisi dan aktivis antikorupsi. “Dari akademisi satu, dari pegiat antikorupsi (satu). Sudah ada (namanya). Nanti kan dia yang menanyakan, yang penting adalah setiap pertanyaan dari Pansel,” kata  Yenti Garnasih.

“Misalnya saya, saya akan menanyakan bagaimana komitmen mereka tentang pemberantasan korupsi itu berkaitan dengan perampasan hasil korupsi. Kita lihat jawaban dari perspektif mereka seperti apa. Itu terbuka nanti,” katanya mencontohkan.

Meski sudah menyiapkan 2 ahli, Yenti enggan menyebutkan namanya. Sebab Pansel, kata Yenti, ingin menjaga netralitas dari ahli tersebut, mengingat tes baru dilaksanakan empat hari lagi.

“Namanya nanti ada beberapa yang belum dipastikan. Karena kita juga ingin spontanitas, kalau kita sampaikan nanti kemudian nama-nama yang kenal sama ini dia menghubungi ini kan repot juga. 20 orang nanti menghindari dia ketemu ini, malah ngeri. Nanti yang nanya malah terpengaruh. Nanti dia menghubungi ini kan malah enggak enak. Biar mereka siap-siap juga,” tuturnya.

Yenti menegaskan bahwa keputusan Pansel tersebut tak bisa diganggu gugat. Pansel, lanjut dia, juga tak segan-segan menggugurkan capim yang tak hadir saat tes kesehatan dan wawancara. Setelah nama-nama yang lolos tes kesehatan diumumkan, Pansel akan menyerahkan 10 nama Capim KPK terbaik kepada Presiden Joko Widodo pada awal September 2019.  Ke-10 nama kemudian akan dikirim ke DPR untuk uji dan propper test mencari dan menjadi.

Pada tes berikutnya Pansel hanya akan meloloskan 10 capim, yang nantinya akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo untuk  kemudian dikirim ke DPR untuk fit and proper test. “Selanjutnya pemerintah akan mengirim ke DPR untuk dilakukan fit and proper test, untuk memilih 5 orang Pimpinan KPK yang baru,”  kata anggota Pansel Hendardi.

Berikut Nama Calon Pimpinan yang Lolos dalam 20 Besar

  1. Alexander Marwata – Komisioner KPK
  2. Antam Novambar – Anggota Polri
  3. Bambang Sri Herwanto – Anggota Polri
  4. Cahyo RE Wibowo – Karyawan BUMN,
  5. Firli Bahuri – Anggota Polri
  6. I Nyoman Wara – Auditor BPK
  7. Jimmy Muhamad Rifai Gani – Penasihat Menteri Desa
  8. Johanis Tanak – Jaksa
  9. Lili Pintauli Siregar – Advokat.
  10. Luthfi Jayadi Kurniawan – Dosen
  11. Jasman Pandjaitan – Pensiunan Jaksa
  12. Nawawi Pomolango – Hakim
  13. Neneng Euis Fatimah – Dosen
  14. Nurul Ghufron – Dosen
  15. Roby Arya – PNS Seskab
  16. Sigit Danang Joyo – PNS Kemenkeu
  17. Sri Handayani – Anggota Polri
  18. Sugeng Purnomo – Jaksa
  19. Sujanarko – Pegawai KPK
  20. Supardi – Jaksa yang juga alumni KPK

 

Seperti diketahui Pansel Capim KPK mengumumkan 20 nama yang lolos tahap profile assessment. Sejumlah  nama seperti Komisioner KPK Alexander Marwata dan Kapolda Sumsel Irjen Firli Bahuri lolos dan akan mengikuti seleksi berikutnya yaitu, tes kesehatan, wawancara dan uji publik.

Namun tidak demikian dengan komisioner KPK Laode M Syarif, Komisioner Kompolnas Dede Farhan Aulawi hingga Tim Sranas Pencegahan Korupsi KPK Dedi Haryadi. Mereka tergusur dalam persaingan untuk menjadi komisioner KPK 2019-2023 akan semakin ketat dan sengit. Pada tes berikutnya Pansel hanya akan meloloskan 10 capim, yang nantinya akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo untuk  kemudian dikirim ke DPR untuk fit and proper test. “Selanjutnya pemerintah akan mengirim ke DPR untuk dilakukan fit and proper test, untuk memilih 5 orang Pimpinan KPK yang baru,”  kata anggota Pansel Hendardi. (red)

 

 

 

 

Anda mungkin juga berminat