Pelaku Persekusi Di Kota Bekasi Yang Viral Di Medsos, Terancam Lima Tahun Penjara

509

BEKASI, (Garudanews.id) – Kasus Persekusi yang melibatkan anak di bawah umur  yang viral di media sosial kini mendapatkan penanganan oleh Polres Metro Bekasi Kota. Kasus yang terjadi di Kota Bekasi tersebut melibatkan tiga orang yang dua diantaranya masih berstatus pelajar.

“Korban atas nama DL datang ke TKP kemudian sudah ditunggu oleh para pelaku yang berjumlah tiga orang kemudian setelah korban datang, korban langsung dianiaya,”kata Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP. Eka Mulyana saat menggelar pers rilis di Mapolrestro Bekasi Kota Pada Kamis (22/08).

Korban berinisil DL menjadi korban persekusi yang dilakukan oleh temannya sendiri yaitu,  DL (17), AY (16) dan PT (17). PT dan AY merupakan teman satu sekolah disebuah sekolah swasta dengan korban DL. Upaya mediasi terhadap kedua belah pihak masih terus dilakukan dengan pengawalan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) kota Bekasi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), orang tua korban dan pelaku serta pihak sekolah.

“Para pelaku melakukan kekerasan dengan cara memukul dan menendang, untuk upaya difersi sedang dilakukan atau mediasi terkait dengan kasus ini,” kata Eka menambahkan.

Kejadian berawal dari rasa cemburu tersangka DL kepada korban karena dianggap merebut kekasih pelaku. Karena terbakar rasa cemburu, kemudian pelaku DL mengajak temannya berinisial AY dan PT yang merupakan teman korban disekolah yang sama.

“Pacar pelaku DL sempat ketahuan chating dengan korban, karena ada chatingan tersebut, tersangka marah kemudian mengajak PT dan AY untuk melakukan persekusi terhadap korban,” imbuhnya.

Akibat dari persekusi tersebut, korban GL mengalami trauma mendalam dan belum berani untuk masuk sekolah.

“Sampai saat ini korban belum berani masuk sekolah karena masih trauma terhadap perlakuan seniornya tersebut,” tambahnya.

Kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 14 Agustus sekitar pukul 13:30 Wib di Perum Irigasi Baru II Kelurahan Bekasi Jaya, kecamatan Bekasi Timur. Polisi juga menyita barang bukti 2 (dua) unit Handphone yang digunakan tersangka untuk merekam aksi persekusi dan menyebarluarkannya melalui media sosial.

Sementara itu, Wali Kelas korban GL Suroto Budianto menuturkan bahwa dirinya mendatangi rumah korban karena korban GL tidak masuk sekolah.

“Saya sebagai wali kelas datang kesana jenguk dia dan ternyata dia tidak sakit tapi karena takut, saya harapkan dia bisa masuk sekolah lagi karena memang tugasnya adalah sekolah,” ungkapnya.

Ia juga menyayangkan kejadian yang menimpa korban dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi dikemudian hari.

“Kita akan selalu memberikan pembinaan agar kejadian semacam ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.

Para tersangka dikenakan pasal 80 Undang-undang RI No 23 Tahun 2002 tentang Kekerasan Terhadap Anak dengan ancaman hukuman paling lama 5 (Lima) tahun penjara. (Mam)

Anda mungkin juga berminat