Pengamat: Kesenjangan ekonomi terus jadi pemicu konflik di Papua

254

JAKARTA (Garudanews.id) – Berbagai kalangan menyayangkan terjadinya penangkapan sejumlah mahasiwa asal Papua di Surabaya yang berbuntut terjadinya kerusuhan di Papua Barat.

Deputi Analisa Strategi dan Kebijakan Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran (BPI KPNPA) Idrus Mony meminta agar pihak aparat, baik TNI dan Polri bersikap bijak dalam menyikapi insiden kerusuhan yang terjadi di Manokwari Papua.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi di Surabaya dan Malang dinilai hanya letupan saja, sebagai bentuk akumulasi persoalan yang terjadi di Bumi Candrawasih. Untuk itu, kata Idrus, pola penanganannya harus melalui pendekatan yang komperhensif. Bukan hanya berbicara persoalan infrastruktur. Akan tetapi pemerintah harus hadir dalam mensejahterakan ekonomi yang selama ini terjadi kesenjangan cukup tajam.

Dikatakan Idrus, peristiwa kerusuhan yang terjadi di Papua hingga berujung pembakaran sejumlah fasilitas umum milik Pemerintah dan Swasta, diduga ditunggangi oleh gerakan atau kelompok sparatis.

Selain itu Idrus juga berpendapat penyebutan kelompok kriminal bersenjata (KKB) adalah suatu kekeliruan yang disematkan negara terhadap aktivitas kelompok yang menggunakan senjata di Papua.

“Negara harus tegas bahwa suatu kelompok yang dalam pergerakannya menggunakan senjata organik maka haruslah ditafsirkan sebagai kelompok teroris karena yang ingin diperjuangkan kelompok ini adalah ingin memisahkan diri dari NKRI,” tegas Idrus kepada wartawan, Rabu (21/8/3019).

Lanjut Idrus, negara harus tegas untuk menyematkan pola gerakan dari kelompok ini sebagai kelompok sparatis. Oleh karenanya, lanjut dia, pendekatannya tidak bisa dilakukan oleh aparat kepolisian semata tetapi harus melalui pendekatan operasi militer. Karena keselamatan negara merupakan hukum yang tertinggi.

“Karena kejadian ini bukanlah baru terjadi tetapi sudah berulang kali setiap tanggal 17 Agustus. Artinya fungsi kontrol intelejen kita perlu ditingkatkan untuk memetakan potensi konflik yang akan terjadi,” kata dia.

Dalam menagani kasus tersebut, Idrus meminta kepada TNI Polri tidak tebang pilih. Siapa pun yang terlibat dalam kerusuhan harus ditindak. “Kami atas nama BPI minta agar kasus itu disikapi dengan bijak, karena bisa menjadi kerawanan dan memunculkan potensi konflik horizontal jika tidak segera ditindaklanjuti. TNI Polri juga harus bisa mengungkap siapa oknum dibalik pemicu kerusuhan di Surabaya dan Malang,” ujar Idrus.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta maaf kepada warga Papua atas kejadian yang menimpa mahasiswa Papua di Kota Surabaya dan Malang.

“Saya sudah menelepon Gubernur Papua, Pak Lukas Enembe dan kami mohon maaf karena itu sama sekali bukan mewakili masyarakat Jawa Timur,” ujarnya di sela menjenguk anggota Polsek Wonokromo korban penyerangan yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Senin (19/8/2019).

Dia meminta masyarakat Papua dapat membedakan antara letupan yang bersifat personal dengan komitmen dari masyarakat Jawa Timur pada umumnya.

“Kami selalu mengingatkan Jogo Jawa Timur, oleh karena itu hal-hal yang bisa dikomunikasikan mari dimaksimalkan,” ucapnya.

Selama ini, kata dia, komunikasi Forkopimda Jatim dengan mahasiswa Papua terjalin sangat baik dan sangat intensif, bahkan saat acara dalam rangka kampanye untuk membangun pemilu damai juga hadir.

“Saat hari Bhayangkara mereka hadir upacara, Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Pendidikan Nasional juga ikut upacara di Grahadi. Komunikasinya sangat intensif,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.
Khofifah juga menyampaikan bahwa untuk meredam kejadian agar tidak semakin meluas, Gubernur Papua Lukas Enembe berencana berkunjung ke Jatim, sekaligus berkomunikasi dengan mahasiswa maupun masyarakat Papua.

“Insya Allah nanti Pak Gubernur Papua juga akan ke Jatim dan komunikasi bersama para mahasiswa Papua yang sedang studi di sini. Tidak hanya Surabaya dan Malang, tetapi juga di beberapa daerah lainnya,” kata Khofifah. (Red)

Anda mungkin juga berminat