Hari Sumpah Pemuda, Ratusan Mahasiswa Datangi DPRD Kota Bekasi

431

BEKASI, (Garudanews.id) – Hari Sumpah Pemuda 2019 diwarnai dengan aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa. Aksi unjuk rasa oleh mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Bekasi menyampaikan aspirasi mereka di depan gedung DPRD kota Bekasi pada Senin (28/10).

“Kami putuskan menggelar aksi daerah tapi dengan membawa tuntutan nasional mengenai terwujudnya reformasi dikorupsi, namun di sisi daerah kami menuntut beberapa aspek yang salah satunya konflik pertahanan dan refitalisasi pasar,” ujar Riki Sandi, Koordinator aksi Front Mahasiswa Bekasi.

Berbekal spanduk, ratusan mahasiswa tersebut melakukan long march dari Unisma Bekasi menuju gedung DPRD kota Bekasi. Disambut puluhan petugas kepolisian dan Satpol PP, para mahasiswa melakukan orasi secara bergantian.

Dalam aksinya, mereka menuntut pemerintah Kota Bekasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dengan masyarakat kota Bekasi terkait dengan penggusuran, yang dinilai mahasiswa masih belum terselesaikan oleh pemerintah daerah.

“Itu merupakan isu yang masih hangat di ingatan kita, namun juga di sektor kesehatan dari kebijakan nasional mengenai kenaikan iuran BPJS, maka kita bawa ke isu daerah kali ini, serta dari sektor pendidikan kita menuntut bagaimana pembungkaman terjadi di sekolah dan kampus tentang ancaman dropuot jika ikut aksi unjuk rasa,” tambah Riki.

Menyoroti isu nasional tersebut, diketahui kenaikan iuran BPJS sebesar 100 % dinilai memberatkan masyarakat. Berbelitnya dalam penggunaan BPJS juga dinilai melanggar Undang-undang 1945 pasal 28H ayat 1 yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat serta berhak memperoleh fasilitas pelayanan kesehatan.

“Padahal kita tahu bahwa sistem birokrasi di rumah sakit masih berbelit dan diskriminatif terhadap masyarakat yang menggunakan jaminan kesehatan,” pungkasnya.

Ada tiga tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digekar siang hari tersebut yaitu reforma agraria, pendidikan dan lingkungan. Mereka merasa prihatin atas tercemarnya kali atau sungai yang melintas di kota Bekasi akibat limbah pabrik.

Para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan aspirasi merek di depan gedung dewan. Tidak ada anggota dewan yang menemui para mahasiswa dalam unjuk rasa singkat tersebut. Arus lalu lintas di jalan tersebut sempat tersendat akibat unjuk rasa tersebut,namun tidak menimbulkan kemacetan yang berarti. (Mam)

Anda mungkin juga berminat