Penjual Sisik Trenggiling Dituntut 3 Tahun Penjara

218

ACEH (Garudanews.id) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bireuen Agussalim Tampubolon SH menuntut Husaini S.P Bin Hasballah (61)  warga Gampong Pulo Baro Kecamatan Tangse, Pidie terdakwa kasus perdagangan (penjualan) satwa yang dilindungi yaitu Sisik Trenggiling dengan tuntutan 3 tahun penjara dan denda 50 Juta rupiah subsider kurungan penjara 3 bulan.

Tuntutat tersebut dibacakan langsung oleh JPU Agussalim Tumpobolon SH, Selasa (8/10) pada sidang pembacaan tuntutatan yang dilangsungkan di Pengadilan Negeri Bireuen.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Zufida Hanum SH.MH didampingi dua hakim anggota Mukhtaruddin SH dan Rahma Novatiana SH.

Dalam tuntutatan tersebut JPU meminta Majelis Hakim untuk menghukum terdakwa Husaini 3 tahun penjara dengan denda 50 juta subsider kurungan penjara 3 bulan karena terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Memperniagakan, Menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian satwa yang dilindungi” sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dalam sidang tersebut terdakwa Husaini menjalani sidang tanpa didampingi oleh Pengacara. Ia hanya didalam ruang sidang ia hanya ditemani oleh Isterinya.

Sesudah tuntutat dibacakan kemudian Ketua Majelis Hakim Zufida Hanum SH.MH menanyakan apakah terdakwa akan melakukan Pledoi (Pembelaan).

“Akan Pledoi,” jawab terdakwa.

Sidang akan dilanjutkan pada selasa pekan depan (15/10) dengan agenda pembacaan Pledoi dari terdakwa.

Sebagaimana diketahui terdakwa  Husaini S.P Bin Hasballah (residivis kasus yang sama) ditangkap tanggal 7 Juli 2019, sekira pukul 19.30 WIB. Saat itu terdakwa  berangkat dari rumahnya menumpang angkutan L300 menuju ke Kota Mini Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie.

Selanjutnya, pukul 22.00 WIB, mengganti mobil dengan menumpang Bus Putra Pelangi Perkasa, menuju Medan, Sumatera Utara untuk menjual kulit/sisik trenggiling kepada Udin.

Ini  sesuai pesanan sebelumnya melalui handphone, dengan membawa kulit/sisik trenggiling yang dibungkus karung goni dalam kardus/kotak air mineral.

Namun, sekira pukul 23.45 WIB, Bus Putra Pelangi Perkasa yang ditumpangi terdakwa dihentikan anggota Subdit Tipiter Dit Reskrimsus Polda Aceh di Jalan Banda Aceh–Medan, Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. (Syahrul)

Anda mungkin juga berminat