Belum Lama Dibangun, Bangunan Dermaga Batutua Kembali Rusak

602

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Proyek pembangunan dermaga Batutua yang menelan anggaran  miliaran rupiah diduga dikerjakan tidak sesui spesifikasi.  Fasilitas pelabuhan yang terdiri dari terminal dan dermaga yang dibangun di Desa Batutua (sekarang Desa Sakubatun) kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi-NTT sekarang ini telah mengalami kerusakan berat yang berakibat pada terputusnya dermaga tersebut.

“Kami sangat berterimakasih atas pembangunan fasilitas pelabuhan (faspel )yang sudah dibangun tersebut, namun sesui pengamatannya selama pekerjaan tersebut berlangsung dari Tahun 2013 sampai 2019, kondisi dermaga sudah banyak terjadi kerusakan. Seperti pada bagian timur dermaga sudah ada lubang yang menganga akibat tergerus air gelombang laut,” ujar Anselmus Langga  warga Desa Sakubatun kepada media ini di kediamannya, Selasa (12/11).

 

Proyek yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tersebut, sebagai masyarakat penerima asas manfaat langsung dari dermaga  itu, dirinya sangat menyesalkan dengan anggaran yang cukup besar namun hasil pekerjaan tidak sesui dengan yang diharapkan.

“Ternyata pembangunan ini dikerjakan tidak sesuai dengan harapan masyarakat, sehingga mutu pembangunan sangat diragukan,” ungkapnya bernada kesal

Masih kata Anselmus Langga yang juga mantan kepala Desa Batutua tersebut mengatakan,dirinya sudah pernah menanyakan persoalan itu terkait jalan utama masuk pelabuhan yang menurut pengetahuannya jalan tersebut ukurannya 12 meter namun di buatkan cuma 6 meter.

“Saya tidak puas dan saya tanyakan hal tersebut ke pak Leonard Ndolu sebagai Penjabat Pembuat Komitmen waktu itu, namun Pak Leo bilang yang merubah dan mengurangi volume ukuran jalan masuk dermaga tersebut dengan alasan ada sedikit bukit dan dikhawatirkan anggaran tidak mencukupi,” ungkapnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Julius Ndun warga Desa Sakubatun, Ia mengatakan bahwa bahwa tembok penahan ombak dermaga tersebut juga sudah rusak. Dia mengkhawatirkan saat musim angin timur gelombangnya besar maka dermaga tersebut bisa terputus dan roboh. Dirinya menduga material yang digunakan tidak sesui spesifikasi yang ada dalam RAB.

“Saya kawatirkan apabila musim angin timur nanti bisa jebol dan dermaga bisa putus dan roboh karna tergerus arus dan gelombang laut,karena sekarang saja kita bisa lihat sudah ada lubang-lubang yang besar disisi bagian timur dermaga,” imbuhnya.  (Dance Henukh)

Anda mungkin juga berminat