Jelang Munas Partai Golkar, Pengamat: Bamsoet Tidak Bisa Dianggap Remeh

426

JAKARTA (Garudanews.id) – Dinamika politik di tubuh Partai Golkar kembali memanasjelang Musyawarah Nasional untuk memilih Ketua Umum pada Desember 2019. Dinamika itu muncul setelah Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan maju sebagai penantang Airlangga Hartarto selaku bakal calon petahana.


Bamsoet yang kini menjabat sebagai Ketua MPR mengklaim telah mendapat dukungan dari sejumlah DPD Golkar tingkat I dan organisasi sayap partai. Sementara Airlangga secara mengejutkan memboyong 34 Ketua DPD Golkar menghadap Presiden Joko Widodo.

Pengamat politik dari Progress Indonesia (PI) Idrus Mony mengungkapkan, Bambang Soesatyo adalah figur tidak dapat dipandang remeh oleh sang petahana Airlangga Hartarto.

Kenapa demikian, karena publik memahami sepak terjang seorang Bamsoet. mantan Ketua DPR ini dinilai bagian dari politisi ulung Golkar dan pernah memimpin jabatan jabatan strategis Partai Golkar di Parlamen.

“Sebut saja mulai dari sekertaris fraksi Partai Golkar di parlamen sampai ketua DPR- RI. Posisi ini diemban oleh Bamsoet dengan mulus sampai pada akhir penggantian periode oleh Puan Maharani,” beber Idrus kepada wartawan, Rabu (20/11).

Idrus menilai, Bamsoet satu-satunya penantang Aairlangga yang di anggap kompeten, meski dalam pertarungan pada Munas Golkar mendatang ada empat kandidat. yakni Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Ridwan Hisjam, dan Indra Bambang Utoyo.

“Tapi kalau dilihat dari rekam jejaknya, Bamsoet satu-satunya pesaing Airlangga dinilai bisa membawa partai beringin ini ke arah lebih baik. Baik dari segi pencapaian di parlamen maupun baik dari sisi lobby-lobby politik,” ujar Idrus.

Menurut dia, Bamsoet tidak dapat diragukan lagi kompetensi dalam berpolitik, apalagi saat ini diberikan amanah dari partainya untuk menjadi ketua MPR yang diusung Partai Golkar.

“Sekarang tinggal publik yang menunggu siapa yang nanti diinginkan oleh para pengurus Golkar seluruh Indonesia untuk memimpin Partai Golkar ke depan, apakah dalam kepemimpinan ke depan,” katanya.

Idrus menambahkan, bahwa Golkar sebagai partai tertua yang kerap diterjang berbagai masalah besar, namun partai ini berhasil dalam melewati berbagai persoalan yang dihadapi dengan baik.

Lanjut dia, citra Golkar sebagai partai dewasa menyikapi masalah tidak diragukan lagi oleh publik.

“Mundur sedikit kita ke belakang pada masa orde baru Golkar adalah partai pemenang yang menguasai hampir 80 % komposisi dewan dan menjadi partai yang menjadikan Soeharto menampuk  kepemimpinan sebagai Presiden selama 32 tahun,” kata dia.

“Partai Golkar pernah diuji dengan lengsernya Soeharto sebagai Presiden dan memulai angin segar reformasi bergulir sampai dengan saat ini kita nikmati,” sambung Idrus.

Walaupun ketika itu Partai Golkar mendapat tekanan publik yang luar biasa keras dari berbagai elemen, tapi partai berlambang pohon beringin ini hingga saat ini tetap eksis.

Idrus pun meyakini meski jelang Munas Golkar ini dinamika di internal partai itu cukup kencang, ia memprediksi partai itu dapat mengatasi kemelutnya. “Terkait dengan siapa yang akan memimpin Golkar dalam lima tahun ke depan, tentunya dikembalikan bagi pemilik suara pada Munas mendatang. Pastinya, partai ini lebih memahami persoalan di internalnya,” ucap Idrus. (mhd)

Anda mungkin juga berminat