Pengamat: Bubarkan Ormas Kerap Memeras dan Bertindak Anarkis

219

JAKARTA (Garudanews.id) – Direktur Eksekutif Progress Indonesia (PI) Idrus Mony mendesak Kapolri Idham Aziz dapat menindak organisasi masyarakat (Ormas) yang kerap membuat keonaran dan keresahan di tengah masyarakat.

Hal itu dikatakan Idrus menanggapi ulah Ormas yang menyerang dan melukai warga di Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

“Belum hilang dalam ingatan masyarakat bahwa Ormas di Kota Bekasi yang mendapat surat tugas untuk memungut retribusi parkir di minimarket, kini kembali sekelompok oknum Ormas berulah mengamuk dengan menyerang warga di Desa Pantai Harapan Jaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat,” ujar Idrus.

Oleh karenanya, di bawah kepemimpinan Kapolri baru, pihaknya berharap agar bisa menindak tegas oknum Ormas tersebut.

“Terlebih, Kabupaten Bekasi merupakan wilayah yang memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Kalau Ormas-Ormas ngrecokin, tentu akan membuat investor akan berfikir mundur dari Bekasi,” kata Idrus kepada garudanews, Jumat (8/11).

Selain itu, Idrus juga meminta Kemendagri agar membekukan izin Ormas yang kerap membuat anarkis.

“Bubarkan Ormas yang kerap memeras dan bertindak anarkis,” tandasnya.

Seperti diketahui, sekelompok oknum Ormas berulah mengamuk dengan menyerang warga di Desa Pantai Harapan Jaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam insiden itu, sebuah mobil rusak dan empat orang terluka dalam insiden tersebut.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi AKP Sunardi mengatakan kejadian tersebut terjadi Kamis (7/11) malam di area Sumur PDM-14 Pertamina saat para korban tengah melakukan pengamanan di lokasi kejadian.

Korban tiba-tiba diserang secara brutal oleh sekelompok orang yang berjumlah sekitar 50 orang. Mereka langsung memukul korban Andi, Abdullah, dan Rustam yang tengah berada di area Sumur PDM-14.

“Kedatangan kelompok ormas ini secara bergerombol. Tiba-tiba ketika bertemu dengan korban Andi dan rekan-rekannya, langsung melakukan pemukulan,” kata Sunardi, Jumat (8/11).

Saat terjadi pertikaian, satu korban lainnya bernama Nisin juga menjadi sasaran amukan anggota ormas tersebut. Mobil Toyota Avanza bernopol B 1139 UZS milik Nisin juga dirusak massa.

Seperti dikutip Antara, akibat kejadian itu, korban Andi mengalami luka memar di kepala bagian kanan, sementara rekannya Abdullah mengalami luka memar di rahang mulut, lecet di atas kelopak mata, serta luka beset. Sedangkan korban Nisin mengalami luka beset di bagian dada dan Rustam luka memar di pipi sebelah kanan dan beset di leher.

Polisi belum mengetahui motif penyerangan kepada korban Andi dan rekan-rekannya itu, namun pihaknya sudah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

“Masih kita dalami motif para pelaku, akan kami ungkap secepatnya,” ujarnya. (Red)

Anda mungkin juga berminat