Polda Metro Didesak Periksa Lurah di Kota Bekasi Pengancam Wartawan

359

JAKARTA (Garudanews.id) – Direktur Eksekutif Preogress Indonesia (PI) Idrus Mony mendesak Polda Metro Jaya segera memeriksa oknum Lurah Pekayon Kota Bekasi yang diduga mengancam seorang wartawan melalui WhatsApp terkait pemberitaan soal keikutsertaan oknum PNS itu tour ke Cina bersama rombongan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi beberapa waktu lalu.

“Tidak ada satu pun di negeri ini pejabat yang kebal hukum. Kalau dilihat dari chat di WA, oknum Lurah  bisa dikenakan dua pasal sekaligus. Yaitu UU ITE dan UU nomor 40 tentang pers,” ujar Idrus yang juga praktisi hukum itu kepada garudanews.id, Minggu (17/11).

Dirinya menilai ada yang salah dalam kunjungan rombongan Wali Kota Bekasi itu, sehingga  dengan sporadis sang Lurah itu seperti tidak terima dengan pemberitaan dari media tersebut.

“Kalau tidak ada yang salah dan tidak ada yang ditutup tutupi, beberkan saja ke publik Ikhwal perjalanan ke Cina itu. Kalau itu berdalih studi banding, tentunya publik menunggu apa hasilnya. Apa kapasitas Lurah ikut ke Cina, bukan malah berbalik mengancam wartawan,” tandas Idrus.

Bukti ancaman dari Lurah yang sempat viral.

 

Idrus juga menyarankan agar Lurah yang mengancam wartawan itu membeberkan ke publik terkait keikutsertaan dirinya ke Cina. Apakah Kelurahan yang ia pimpin ada yang menonjol sehingga Cina perlu belajar pada Lurah Pekayon itu.

“Nah, pertanyaan-pertanyan ini harus dijawab,” tambah Idrus.

Dalam kasus ancaman tersebut, Idrus mendorong agar Polda Metro Jaya dapat turun tangan.

“Kenapa harus Polda yang menangani kasus ini. Belum hilang dalam ingatan masyarakat terkait kasus pemberian rekom parkir kepada Ormas yang melibatkan salah satu Kepala Dinas yang kasusnya ditangani Polres Metro Bekasi Kota, hingga saat ini prosesnya pun tidak ada kejelasan. Karena ini ada kaitan dengan orang nomor satu di Bekasi.  Maka Polres kurang greget,” tandasnya.

Oleh karenanya, dalam kasus ancaman terhadap wartawan, Idrus meminta agar Polda Metro turun tangan. “Kalau kasus ini dibiarkan akan menjadi preseden buruk, khususnya bagi insan pers di Kota Bekasi. Siapa pun dia, harus mempertanggungjawabkan di hadapan hukum,” tegas Idrus.

Sebelumnya diberitakan wartawan radarnonstop.co mengaku merasa  diancam oleh Lurah Pekayon terkait pemberitaan berjudul “Wow!!! Lurah Pekayon Jaya Diajak Tour Ke China?”.

Wartawan bernama Yudhi tersebut menjelaskan, pemberitaan yang dibuatnya pada Rabu, 13 Oktober 2019 terkait pemberitaan dugaan Lurah Pekayon Jaya, RJ atau yang akrab disapa Jidor diduga ikut dalam rombongan ke China bersama Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mencoba mengkonfirmasi namun tidak di gubris.

“Rabu, 13 Oktober 2019 berita itu saya buat. Dan sebelumnya saya coba mengkonfirmasi yang bersangkutan lewat WhatsApp dengan pertanyaan-pertanyaan terkait keikutsertaannya ke China namun tak satupun dijawab. Dan tanggal 15 Oktober dia (Lurah Jidor) baru ngerespon,” terang Yudhi kepada awak media, Jum’at (15/11).

Yudhi menjelaskan kalau dirinya saat ini merasa terancam dengan balasan WhatsApp Lurah Pekayon.

“Salah satu isi balasan Lurah Pekayon, ‘saya sikat’ jelas itu bentuk intimidasi terhadap wartawan. Padahal kita bekerja sesuai UU No 40 tahun 1999 tentang kebebasan pers, ini saya malah diancam saat konfirmasi sesuai sesuai Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik itu landasan kita mencoba konfirmasi yang bersangkutan,” tegasnya.

Jelas, kata Yudi aksi ancaman tersebut merupakan bentuk ketidak transparansinya para pemangku jabatan selaku figur publik terlebih sebagai abdi negara dengan menunjukkan sebuah sikap arogansi pejabat di Pemerintah Kota Bekasi.

“Ini bentuk ketidak profesionalan dan arogansi para pejabat yang anti kritik sehingga timbul pengancaman terhadap wartawan. Awalnya saya mencoba memahami dan membawa diam, tapi karena dia meminta Dewan Pers untuk memberikan Hak Jawab, itu akan saya lakukan bersamaan dengan saya akan melapor ke Polresta Mertro Bekasi Kota sesuai dengan KUHP Pasal 368 ayat 1 agar para pejabat tidak ada lagi pengancaman terhadap wartawan,” tegasnya.

Adapun isi berita tersebut, Lurah Pekayon Jaya, diduga ikut dalam rombongan ke China bersama Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.

“Lurah Pekayon, biasa dipanggil Jidor ikut rombongan Walikota ke China. Apa kapasitasnya Lurah ikutan tour? Dan Kemampuan dia sebagai Lurah juga masih sangat diragukan,” ungkap A narasumber yang bisa dipertanggungjawabkan dan meminta agar namanya untuk tidak disebutkan, Minggu (13/10).

Sayang, saat dikonfirmasi terkait pertanyaan, kalau boleh tahu kemarin ikut ya ke China? Emang di sana dalam rangka apa?

Keikutsertaan Pak Lurah di sana sebagai apa? dari pertanyaan tersebut sampai berita ini diturunkan kata Yudi tak satupun dijawab.

Bahkan, berkali-kali ditelpon pun guna dimintai keterangan dirinya enggan mengangkat. Saat di WhatsApp, Lurah Jidor hanya membaca tanpa memberikan tanggapan.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi, Karto saat dikonfirmasi terkait keberangkatan ke China dalam rangka apa dan keikutsertaan seorang Lurah pada rombongan tour kapasitasnya sebagai apa, dengan singkat mengatakan, “Tanya ke Sekda aja sebagai Plh (Pelaksa Harian) Walikota,” pungkasnya, Minggu (13/10).

Sebelumnya, Sajekti Rubiyah selaku Kasubag Humas Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Bekasi ketika dikonfirmasi pada Senin (7/10) lalu mengatakan bahwa keberangkatan ke China terkait Lingkungan Hidup. (Mam)

Anda mungkin juga berminat