Polres Rote Ndao Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Berencana

397

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Jajaran Polres Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (29/11), menggelar rekontruksi kepada tiga tersangka kasus pembunuhan berencana Marince Ndun, warga Desa Oebela Kecamatan Rote Barat Laut, yang terjadi pada 20 Agustus 2019 lalu.

Dalam rekontruksi itu, tiga tersangka yakni suami korban, Marthen Luter Adu yang merupakan mantan Kades dan selingkuhannya yakni Belandina Henuk alias Dina, keduanya merupakan otak pembunuhan tersebut, salain itu Efrain Lau alias Efa selaku eksekutor yang menghabisi nyawa korban dengan bidikan peluru senjata api rakitan miliknya.

Dalam rekonstruksi itu, diperagakan oleh peran pengganti dari angota Polres Rote Ndao. Seperti, korban diperagakan oleh Polwan Novita M Zakarias.

Tersangka Marthen Luter Adu diperagakan oleh anggota Polres, Viktor D Sari dan tersangka Belandina Henuk dan Efrain Lau memperagakan sendiri perannya

Rekontruksi dimulai dari tempat perencanaan pembunuhan di rumah milik Sarah Adu, pada bulan Maret 2019.

Selanjutnya, tersangka Marthen Luter Adu dan Tersangka Belandina Henuk bertemu di rumah Sarah Adu dan sepakat mencari orang untuk dibayar menghabisi nyawa korban Marince Ndun tak lain Adalah istri dari Marten Adu, agar hubungan asmara tersangkah Marten Adu dan Belandia Henuk berjalan aman.

Kemudian berpindah lagi ke rumah tersangka Belandina Henuk pada bulan Mei 2019. Tersangka Efrain Lau pergi ke rumah Belandia Henuk untuk meminjam uang, lalu tersangka Efrain Lau ditawarin oleh Tersangka Belandina Henuk untuk membunuh korban Marince Ndu dengan bayaran uang Rp18 Juta.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 340 KUHP junto Pasal 55 KUHP, dengan ancaman pidana hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau penjara kurungan sekurang-kurangnya 20 tahun.

Rekontruksi dihadiri oleh Waka Polres Rote Ndao Kompol Lukas L Malana, Kasat Reskrim Iptu Wahyu A.A Septyan, Kasat Sabara Iptu Yohanis Suri, Kapolsek Rote Barat Laut Ipda Yames James Mbau dan dikawal ketat oleh aparat Polres Rote Ndao.

Dalam rekonstruksi itu, ketiga tersangka didampingi dua orang penasihat hukum yakni, Yesaya Dae Panie dan Amos Lafu. (Dance)

Anda mungkin juga berminat