DPRD Minta Dewan Direksi Bank DKI Dibenahi

197

JAKARTA (Garudanews.id) – Bank DKI kembali menuai kritikan. Setelah kasus pembobolan Bank DKI oleh oknum Satpol PP, kini pelayanan buruk kembali terjadi. Anggota Dewan mengeluhkan pelayanan Bank DKI setelah menemukan saldo di ATM-nya kosong.

Ketua Komisi A DPRD DKI, Mujiono mengaku kaget setelah mengecek saldo di kartu ATM Bank DKI, dimana saat itu saldonya Rp 0 Rupiah. Padahal dirinya mengaku jika terakhir pengambilan saldo masih tersisa Rp 300.000 rupiah.

“Aneh, saldo saya terakhir Rp 300 ribu, tapi ketika saya cek lagi kok tinggal nol (Rp 0),” kata Mujiono saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin

Atas buruknya layanan tersebut, dirinya pun meminta agar Pemprov DKI merombak total direksi Bank DKI. Menurutnya dua kejadian merupakan kejadian yang luar biasa. Ia menyebut ada beberapa yang harus disoroti dalam pengelolaan bank DKI.

“Pertama soal sistem, kedua soal pengawasan, kan gitu. Ketiga ya rasa tanggung jawab, rasa memiliki terhadap aset yang dia kelola,” ujar Mujiono.

Selain itu, kejadian ini disebutnya bisa berpengaruh pada kepercayaan nasabah pada Bank plat merah itu. Jika saldonya mudah dibobol, nasabah akan ragu untuk menabung di bank DKI.

“Dampaknya pasti akan ke sana (nasabah). Dampaknya besar, makanya komisi B lah yang membidangi. Nanti kita minta orang” di fraksi yang ditugaskan di komisi B untuk bisa memanggil,” pungkasnya.(hnn)

Anda mungkin juga berminat