Ketua GMBG Apresiasi Sikap Bamsoet Mundur dari Bursa Caketum Golkar

228

JAKARTA (Garudanews.id) – Ketua Gerakan Masyarakat Bersama Golkar (GMBG) Raden Anderas Nandiwardhana mengapresiasi sikap kenegarawanan Bambang Soesatyo alias Bamsoet terkait pernyataannya untuk mundur dari bursa calon Ketua Umum Partai Golkar di Musyawarah Nasional Partai Golkar yang hari ini mulai digelar.

Menurut Andre, sebagai tokoh yang matang dalam berpolitik , sikap Bamsoet dinilainya sudah tepat. Apa yang dilakukannya merupakan bagian terpenting dalam menjaga harmonisasi di internal Partai Golkar.

“Seperti kita ketahui, bahwa dalam beberapa pekan belakangan ini, menjelang Musyawarah Nasional Partai Golkar, situasi di internal partai kian memanas. Kubu pak Bamsoet dan kubu Pak Airlangga saling melemparkan isu yang tidak produktif di ruang publik. Kalau ini terus dibiarkan, sangat mungkin akan terjadi perpecahan,” ujar Andre kepada wartawan, Selasa (3/12).

Keponakan Setya Novanto itu juga sangat bangga dengan upaya yag dilakukan oleh senior Golkar dalam merangkul kedua belah kubu tersebut yang selama ini berseteru, sehingga kembali bersatu.

“Benar apa yang dikatakan Bamsoet, kondisi ini dinilai mengancam politik nasional dan akan berdampak pada stabilitas ekonomi yang tengah melemah. Rekonsiliasi adalah cara terbaik dalam menyelesaikan segala persoalan di internal Golkar,” ucap Andre.

Sebelumnya, Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar Bambang Soesatyo dari bursa pencalonan Ketua Umum Partai Golkar.

“Demi menjaga soliditas dan keutuhan Golkar, saya menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat Ketua Umum Golkar periode 2019-2024,” kata dia di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta, Selasa, (3 /12).

Bamsoet menyatakan, keputusan untuk mundur diambil setelah dirinya bertemu dengan tokoh-tokoh partai dan berkomunikasi dengan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tanjung, Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie bersama Luhut Binsar Pandjaitan. Pada pertemuan tersebut hadir pula Airlangga Hartanto, di kantor Menteri Koordinator Bidang Maritim.

Bambang mengakui petinggi Golkar memberi nasihat untuk mundur demi menjaga keutuhan partai. Keputusan untuk mundur akhirnya diambil usai pertemuan di kantor Luhut yang berlangsung sekitar 30 menit itu. (red)

 

 

 

Anda mungkin juga berminat