KPA Sebut Kecamatan Cisaat  Suspect HIV Terbanyak di Kabupaten Sukabumi

223

SUKABUMI  (Garudanews.id) – Hingga September 2019, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi mengklaim bahwa Kecamatan Cisaat penyumbang terbanyak kasus Suspect Human Immunnodeficiency Virus (HIV). KPA menemukan sebanyak 108 suspect kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV).

“Jumlahnya didominasi Laki Suka Laki (LSL). Dari informasi yang diperoleh, terhitung dari 2014 hingga September 2019 terdapat 887 kasus yang ditemukan, kasus ini hampir menyebar di setiap kecamatan. Tetapi terbanyak ditemukan di Kecamatan Cisaat dengan jumlah sekitar 70 orang,” kata Sekretaris KPA Kabupaten Sukabumi, Damayanti Pramasari kepada garudanews.id, Jum’at (13/12).

Lanjut Damayanti,  sayangnya sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, namun ada jenis obat yang dapat memperlambat perkembangan virus. Jenis obat ini yakni antiretroviral (ARV). “Penderita HIV dapat mendatangi Klinik Melati yang memberikan pelayanan dan pengobatan ARV,” terangnya.

Kata Damayanti, virus yang mematikan ini jika tidak segera diobati dalam kurun waktu 10 tahun bakal meningkat menjadi AIDS. “Ya, kalau tidak diobati selama 10 tahun akan masuk pada fase AIDS. Kalau yang AIDS itu ada beberapa yang sudah meninggal,” ucapnya.

Penyebaran virus HIV kata Damayanti, dapat melalui seks bebas, napsa suntik dan narkoba. Dan  untuk menekan kasus tersebut perlu adanya kerjasama yang terjalin baik dengan semua elemen untuk bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahanyanya HIV.

“Tentunya dalam penanganan HIV ini tidak bisa dilakukan hanya pemerintah saja tetapi harus dengan semua elemen. Mudah-mudahan ke depan kasus ini bisa ditekan,” jelasnya. (dedi)

Anda mungkin juga berminat