Usir Harimau Pemangsa Sapi di Aceh Utara, Ini Ritual Yang Dilakukan

875

ACEH UTARA (Garudanews.id)  – Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Wilayah I Lhokseumawe melakukan pengusiran harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) yang berkeliaran di perkebunan masyarakat Desa Seureuke, Kecamatan Langkahan, tepatnya di dusun Mihra Istimewa yang sudah memangsa lima sapi selama sebulan terakhir.

Diberitakan sebelumnya harimau Sumatera telah memangsa sebanyak lima ekor sapi milik warga desa Seureuke kecamatan langkahan dalam sebulan terakhir dan membuat masyarakat resah karena harimau sudah memasuki pemukiman warga.

Harimau yang mulai berkeliaran lebih kurang sejak sebulan lalu sudah memangsa beberapa sapi milik Mahmud sebanyak tiga ekor, milik Paimin satu ekor dan terakhir milik Sukidi satu ekor pada Rabu (27/11) malam lalu.

Pengusiran dilakukan menggunakan jasa pawang harimau Tgk Syarwani Sabi atau Kek Syarwani dengan melakukan ritual dan doa bersama masyarakat.

Ritual pengusiran harimau itu sendiri bertujuan untuk menghalau agar harimau-harimau tersebut dapat menjauh dari permukiman warga dan tidak lagi mengganggu masyarakat setempat.

Staf seksi KSDA wilayah I lhokseumawe Nurdi, kepada media ini, Minggu (1/12) mengatakan, bahwa pihaknya mendatangkan pawang harimau dari Meulaboh untuk menengahi konflik harimau dengan warga.

“Kita datang kan dari Meulaboh, untuk melakukan ritual pengusiran harimau, ini sebagai ikatan perjanjian (MoU) antara satwa dengan masyarakat yang ditengahi Oleh pawang kita,” ucap Nurdin

Selama ini pihak BKSDA selalu menggunakan jasa Tgk Syarwani Sabi setiap ada konflik harimau dengan masyarakat di seluruh Aceh untuk melakukan ritual pengusiran harimau.

“Pak Syarwani Sabi adalah pawang dari BKSDA dan juga bekerja di BKSDA, di setiap wilayah yang ada berkonflik harimau dan selalu pak Syarwani Sabi yang melakukan ritual pengusiran harimau seperti ini. Dan hasilnya dimana-mana kita melihat dan Alhamdulillah dengan izin Allah banyak yang berhasil,” terangnya.

Menurut terawangan Sang Pawang, bahwa harimau yang diperkirakan berjumlah tiga ekor tersebut masih berada disekitar pemukiman warga, dan tidak jauh dari bangkai yang ditinggal.

“Dari keterangan Sang Pawang insyaallah harimau akan menjauh dan apabila memang harimau juga masih tetap berada di pemukiman warga kemungkinan akan dilakukan ritual selanjutnya agar harimau benar – benar menjauh,” terang Nurdin.

Dirinya juga menambahkan, untuk situasi terkini bila dilihat lihat dari bangkai yang tersisa dan sudah hancur oleh air, juga sering kena panas itu juga masih dimakan harimau hingga tadi malam.

Ritual pengusiran harimau  berlangsung ditengah perkebunan warga tepatnya di kebun milik Sukidi, yang sapinya ikut dimangsa harimau, dalam ritual itu juga dilakukan doa bersama dan dihadiri oleh masyarakat sekitar dan tokoh masyarakat setempat.

Setelah selesainya dilakukan ritual pengusiran harimau, apabila berhasil dilihat sampai 15 hari lamanya maka Sang Pawang mengharapkan kepada masyarakat untuk mengadakan syukuran, untuk rasa syukur masyarakat telah dijauhi dari segala musibah yang terjadi. (Syahrul).

Anda mungkin juga berminat