Salah Satu Orang Tua Korban Kekerasan SMAN 12 Kota Bekasi Akan Tempuh Jalur Hukum

245

BEKASI, (Garudanews.id) – Aksi kekerasan yang terjadi di SMAN 12 kota Bekasi menemui fakta baru. Salah satu orang tua siswa yang menjadi korban pemukulan oleh oknum guru berencana melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

“Saya berencana melaporkan kejadian itu, lantaran oknum guru tidak ada itikad baik meminta maaf, datang ke rumah atau melalui telepon,” ujar Siti, orang tua siswa MR, salah satu korban pemukulan saat ditemui dirumahnya di Jalan Sultan Agung, Medan Satria, Kota Bekasi pada Sabtu (15/02).

Bukan hanya itu, video asli insiden pemukulan kembali beredar. Video tersebut berdurasi lebih panjang dan berwarna dari video yang beredar di media sosial. Dalam video yang berdurasi 1 menit 16 detik tersebut nampak oknum guru yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan tersebut sedang memukul para siswa yang datang terlambat dan tidak memakai atribut.

Siti, orang tua M R salah satu korban pemukulan mengaku terkejut dengan video yang ia saksikan, dimana anaknya mendapatkan tindak kekerasan dari guru yang seharusnya mendidik anaknya secara baik.

Setelah mendapatkan tindak kekerasan, anaknya yang kembali dari sekolah membawa sepucuk surat pernyataan dari pihak sekolah. Ia tidak mau menandatangani surat tersebut lantaran kesal atas tindakan yang dilakukan oleh oknum guru berinisal IM yang melakukan kekerasan kepada anaknya.

“Saya sakit hati dan shock melihat video itu, Anak saya pulang membawa surat pernyataan yang tertulis bahwa tidak melakukan penuntutan apa-apa,” tandasnya.

Belakangan diketahui, MR siswa kelas XII SMAN 12 kota Bekasi merupakan korban yang terparah karena mendapatkan tamparan hingga pukulan di bagian kepala hingga ia jatuh sakit.

Sehari sebelumnya, pihak sekolah melakukan pertemuan dengan keluarga korban kekerasan guru. Dalam pertemuan tersebut, 4 orang tua yang menjadi korban hadir. Namun, orang tua MR tidak nampak hadir dalam pertemuan tersebut karena sakit.

Dalam pertemuan tersebut, 4 dari 5 korban pemukulan sepakat untuk tidak melanjutkan kasus tersebut, karena belakangan diduga 4 siswa tersebut hanya dipukul dibagian yang tidak berbahaya. Namun, salah satu siswa bernama MR mengalami pemukulan diarea kepala yang jelas berbahaya. (Mam)

Anda mungkin juga berminat