GPMI DKI: Dewan Jangan Hambat Pencegahan Penularan Covid-19  yang Dilakukan Anis

158

JAKARTA (Garudanews.id) – Upaya percepatan pemilihan wagub oleh 106 anggota DPRD terus mendapatkan kecaman dari elemen masyarakat yang konsen terhadap persoalan Jakarta. Kali ini desakan agar adanya pembatalan pelaksanaan pilwagub datang dari Ketua GPMI DKI Jakarta, Syarief Hidayatullah.

Menurutnya, pemilihan wagub bukanlah persoalan genting yang harus didahulukan, ditengah bencana penularan covid-19 yang melanda Jakarta dan dunia saat ini.

“Pilwagub itu harus dilakukan cepat-cepat memang segenting apa?, sehingga panitia pemilihan (Panlih) memaksakan kehendak harus digelar pemilihan dalam waktu cepat. Kalau paripurna DPRD untuk membantu penanggulangan covid-19 di DKI, GPMI DKI akan berdiri paling depan mendukung. Tapi ini kan hanya pemilihan wagub, yaitu agenda politik. Tunggu lah sampai 5 Maret 2020. Lihat kondisi Jakarta seperti apa, kan hanya beberapa hari saja. Masa tidak sabar,” ketus Syarief saat berbincang dengan media ini,  Rabu (25/3).

Menurutnya, dalam kondisi Jakarta yang terserang wabah covid-19. Anggota DPRD idealnya memiliki rasa empati terhadap masyarakat Jakarta yang harus mengalami work from home dan bahkan tidak beraktifitas mencari nafkah.

Jangan hanya, kata Syarief lagi kedatangan dewan pada masyarakat  disaat membutuhkan suara untuk mengantarkan menjadi anggota dewan saat pemilu.

“Harus mengutamakan keselamatan orang banyak Panlih dong. Kalau perlu dewan membantu untuk mencari solusi untuk Gubernur DKI Jakarta dalam menangani persoalan covid-19 ini. Jangan sibuk sendiri, buatlah gebrakan semua gaji DPRD diberikan pada warga,” kesalnya.

Syarief menduga, ada ageda besar dibalik percepatan pelaksanan wagub di DKI. Salah satunya, dengan upaya percepatan melakukan gladi resik di DPRD DKI oleh pihak sekwan.

“Pelaksanaan pilwagub ditengah kondisi penularan covid-19 yang terus mengalami peningkatan di DKI ini sangat berbahaya. Apakah para wakil rakyat tidak nonton televisi atau pun baca berita di media online dan koran?. Kenapa harus memaksakan ditengah usaha masyarakat dan Pemda menekan penyebaran covid-19 lewat kerja dari rumah. Dan ujungnya nanti akan menjadi hambatan terhadap usaha gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan menekan angka penularan. Sebab bukan tidak mungkin Jakarta akan lockdown jika kondisi memburuk, itu yang harus dipikirkan,” ujarnya dengan nada tinggi. (sfy)

Anda mungkin juga berminat