Kejari Sumbawa Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi KUA Labangka Jilid II

1.995

SUMBAWA (Garudanews.id) – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa akhirnya menetapkan satu orang tersangka berinisial (HMF), dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) Labangka Jilid II. Hal tersebut berdasarkan pengembangan pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik beberapa waktu yang lalu.

“Hari ini kami menetapkan satu orang tersangka yang berinisial HMF pada kasus dugaan korupsi KUA Labangka,”ungkap Kajari Sumbawa Iwan Setiawan, dalam konfrensi persnya di kantor Kejari Sumbawa, Jumat (20/3/2020).

Menurut Iwan, penetapan HMF tersebut, setelah pihaknya melakukan pengembangan penyidikan beberapa waktu yang lalu, dari dua orang tersangka.

“Sebelumnya kami sudah menetapkan JS dan MF dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Dan saat ini kami (Kejaksaan) kembali menetapkan HMF,” terang Kajari.

Lanjut Kajari, dalam penanganan kasus korupsi KUA Labangka diakuinya membutuhkan waktu yang lama. Karena penanganan kasus tersebut harus secara simultan.

“Saksi,data dan cek lapangan. Sehingga dalam kasus ini memerlukan waktu yang sangat lama,” tandas Kajari.

Tambah Kajari, HMF adalah pejabat yang melakukan perintah pada proyek KUA Labangka.

“Meski sebagai KTU di Kemenag. HMF adalah pejabat yang membayar proyek pada KUA Labangka. Sementara proyek tersebut belum 100 persen,” timpal Kajari.

Ketika ditanya apakah akan ada pihak swasta atau pejabat lain lain lagi yang akan dijadikan tersangka? Kajari mengatakan hal itu tergantung hasil pengembangan yang dilakukan penyidik.

Seperti diketahui pada kasus dugaan korupsi KUA Labangka sejumlah pihak telah dimintai keterangannya oleh penyidik. Dan dalam kasus tersebut negara telah dirugikan senilai Rp1,3 miliar.

Pada jilid I lalu kejaksaan menetapkan pelaksana proyek yakni JS dan PPK yakni MF. Dan saat ini kedua orang tersebut kasusnya telah disidangkan di Pengadilan Tipikor Mataram. (hrm/hnn)

Anda mungkin juga berminat