Politisi Demokrat Kritisi Pemerintah dalam Penanganan Covid-19

178

JAKARTA (Garudanews.id) – Pandemi virus Corona atau Covid-19 dinilai bukan hanya mengancam jiwa manusia. Akan tetapi virus yang telah menelan ribuan korban jiwa di seluruh belahan dunia itu mengancam pertahanan negara Indonesia.

Oleh karenanya, seharusnya Menteri Pertahanan mengambil peran penting dalam penanganan virus corona (Covid-19).

Seperti diungkapkan Politikus Demokrat, Andi Arief. Mantan aktivis 98 ini juga mengkritik kinerja pemerintah dalam penaganan virus yang bersumber dari Wuhan Cina itu.

Andi berpendapat, seharusnya Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, berada di barisan terdepan dalam penanganan corona, bukan menteri lain yang mestinya berperan mengurusi administrasi pemerintahan seperti Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

“Ini soal pertahanan negara yang terancam, Menhan Prabowo yang harus berada di depan, bukan menteri lain. Mendagri urusan administrasi pemerintahan, mendagri urusan komunikasi internasional. Dasarnya UU Darurat, bukan kekarantinaan. JANGAN TAKUT Kudeta,” ujar Andi dalam cuitannya di akun Twitternya, @AndiArief_ yang dikutip Minggu (29/3/2020)

Mantan Jubir Presiden era SBY itu menjelaskan, keselamatan rakyat dalam bencana wabah Covid-19 menjadi prioritas dari segalanya. Namun, menurut dia, kalimat keselamatan rakyat jangan hanya jadi slogan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Ia pun mendesak pemerintah harus segera menjalankan operasional penanganan demi menekan angka penularan Covid-19.

“Keselamatan Rakyat adalah hukum tertinggi. Kalimat ini lagi ngetren sebagai Propaganda penanganan virus korona. Bentuk operasionalnya apa? Semua aturan gugur dengan sendirinya demi keselamatan rakyat? Ok lah, tetapi jangan sampai ada kesan SAYA adalah Negara dan di atas hukum,” demikian cuitan Andi. (Red)

Anda mungkin juga berminat