Sudah 5 Hari Demam, Warga Bojong Gede Ini Hanya Dirawat Anaknya Yang Masih Kelas 6 SD

1.854

KABUPATEN BOGOR (Garudanews.id) – Fitri Elviana, warga Perumahan Taman Raya Citayam, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede ini sudah 5 hari mengalami demam dengan suhu badan 38°C.

Pada tanggal 25 Maret, Fitri memeriksakan diri ke Puskesmas Bojong Gede, pihak Puskesmas melakukan Rapid Test dengan hasil negatif Covid 19. Fitri diberi obat penurun panas.

Fitri sangat khawatir dengan kesehatannya mengingat suaminya sudah dirawat duluan di Wisma Atlet sejak tanggal 20 Maret lalu. Mendengar hasil Rapid Test nya negatif Covid 19, fitri tentu merasa tenang. Namun sudah berjalan 5 hari demamnya tidak kunjung sembuh, hingga hari ini, Senin, 30/03, suhu badan Fitri masih 38°C.

Hanya sang anak yang masih duduk di bangku kelas 6 SD menemaninya dirumah. Menyiapkan makan, menyeduhkan minum dan kadang menyuapinya.

Handphone menjadi satu satu nya alat berkomunikasi  dengan tetangga sekitar. Mengabarkan kondisinya dan meminta tolong agar Pemkab Bogor segera menangani kondisinya.

Warga sekitar tidak ada yang berani mendekat. Mereka sangat memperhatikan kondisi Fitri dan anaknya, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan. Begitu juga dengan Ketua RT setempat. ” Saya sudah menghubungi Crisis Center Kabupaten, kami di suruh menghubungi petugas Puskesmas setempat. Benar petugas Puskesmas datang dengan baju ADP lengkap, tapi hanya memberi obat penurun panas, dan tidak ada tindakan untuk membawa Ibu Fitri ke Rumah Sakit” Ujar Yulianto, Ketua RT dimana Fitri tinggal.

Warga sangat mencemaskan kondisi Fitri terlebih anaknya yang masih kecil. Mereka sanggup merawat anak nya jika Fitri bisa di rawat di Rumah Sakit.

Sebuah situasi yang sulit bagi siapa saja menghadapi hal seperti ini. Virus Corona begitu mudah menular dan dampak bagi yang terpapar harus masuk karantina dan jika meninggal, dikuburkan dengan cara yang jauh dari adab kebiasaan memakamkan jenazah. Tentu menjadi mimpi buruk bagi siapa saja.

Jika bukan di duga terpapar Covid 19, warga dengan senang hati siap mengantar Fitri ke Rumah Sakit. Namun karena dugaan Covid 19 mengingat suaminya sudah lebih dahulu terpapar warga tidak ada satupun yang berani mengantar Fitri ke Rumah Sakit. Dan Fitri pun memahaminya.

” Kami siap membantu kapanpun jika sakit yang biasa, tapi karena ini sedang Pandemi Covid 19, sementara suaminya juga sudah di Karantina, kami juga khawatir untuk menjenguk atau bahkan mengantar Ibu Fitri ke Rumah Sakit” Tutur Yuli.

Yulianto, Ketua RT dan Agus, tetangga Fitri, meminta pertolongan kepada orang yang sekiranya bisa membantu agar Fitri bisa di rawat di Rumah Sakit.

Yulianto merasa khawatir dengan kondisi warganya ini mengingat suami Fitri sejak tanggal 20 Maret sudah di karantina di Wisma Atlet dengan status PDP.

Beberapa informasi didapatkan, Crisis Center Kabupaten Bogor akan melakukan penjemputan, namun hingga pukul 23.00 Malam ini, belum ada penjemputan dari Crisis Center Kabupaten Bogor

Warga terus memantau perkembangan  dan kondisi fitri dan anaknya dan berharap Fitri segera ditangani pihak Rumah sakit agar mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya. Cj

Anda mungkin juga berminat