ACT Salurkan 1 Ton Beras untuk Dai, Guru Ngaji, dan Marbot Masjid di Kota Bekasi

Gandeng MUI Kota Bekasi,

151

KOTA BEKASI (Garudanews.id) – Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Bekasi bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi menyalurkan bantuan beras sebanyak satu ton yang terdiri dari 200 paket ukuran lima kilogram, kepada mubaligh, ustadz, guru ngaji, dan marbot masjid di Kota Bekasi yang terdampak Covid-19.

Beras tersebut diberikan oleh ACT Bekasi dan MUI Kota Bekasi sebagai upaya penyelamatan saudara sebangsa khususnya memasuki bulan Ramadhan di tengah masa PSBB akibat Covid-19 ini. Satu ton beras tersebut akan didistribusikan melalui MUI Kecamatan yang ada di Kota Bekasi.

“Hari ini ACT Bekasi bersinergi dengan MUI Kota Bekasi hari ini mendatangkan armada kemanusiaan Rice Truck untuk mengirimkan bantuan dan memberi perhatian kepada para mubaligh, guru ngaji, ustadz, dan marbot masjid yang hari ini terdampak secara ekonomi, karena Covid-19 ini selain berdapak ke kesehatan juga ke ekonomi,” ujar Kepala Cabang ACT Bekasi, Ishaq Maulana, pada Jumat (24/4) kemarin, di Komplek Islamic Centre Bekasi.

Penyaluran juga disaksikan oleh jajaran pengurus MUI Kota Bekasi dan Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J. Putro.
Ishaq juga menjelaskan, bahwa para mubaligh, ustadz, guru ngaji, dan marbot saat ini menjadi salah satu kalangan yang paling merasakan dampaknya setelah mewabahnya Covid-19, terlebih lagi setelah diberlakukannya PSBB di Bekasi. Akivitas yang dibiasa dilakukan terutama ketika Ramadhan datang, saat ini hampir tidak ada semua.

“Biasanya mereka bebas melakukan kegiatan di masjid, kegiatan belajar mengajar ngaji, saat ini mereka tidak bisa lakukan, bahkan para mubaligh yang biasa mereka berkhutbah tidak bisa lagi melaksanakan kegiatan khutbahnya. Mudah-mudahan bantuan dari ACT ini bisa meringankan beban ekonomi mereka, insya Allah ACT akan terus bersinergi dengan para ulama dan MUI Kota Bekasi,” terang Ishaq.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Bekasi, KH. Mi’ran Syafii mengatakan, pihaknya mewakili ulama di Kota Bekasi menyambut baik apa yang diberikan oleh ACT Bekasi. Bantuan tersebut diakui sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan khususnya dari kalangan mubaligh, ustadz, guru ngaji, dan marbot masjid.

Sebab, menurut Mi’ran dampak dari Covid-19 juga menggerus ekonomi, sosial, bahkan keamanan. Dengan bantuan ini tentu akan meringankan beban.

“Bantuan ini akan sangat membantu meringankan beban khususnya para dai, mubaligh, para guru ngaji, marbot di Kota Bekasi. Nanti kita akan sampaikan kepada mereka yang benar-benar belum menerima bantuan, agar merata dan secara door to door oleh MUI Kecamatan,” papar Mi’ran Syafii. (Adi)

Anda mungkin juga berminat