Bantuan Sembako Bagi Masyarakat Miskin di Sumbawa Alami Kenaikan

314

SUMBAWA (Garudanews.id) -Terkait dengan dikeluarkannya Perppu tentang dana jaring pengaman sosial, dana dan kartu sembako, gratis listrik dan lain- lain sebagai antisipasi dampak wabah corona, bagi rakyat miskin dan miskin baru di Kabupaten Sumbawa sendiri sudah berjalan sejak maret 2020 lalu.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Ahmad Yani melalui Kabid Banjamsos  Mirajuddin.Mirajuddin menjelaskan,  berkaitan dengan Perppu tersebut Kabupaten Sumbawa sudah melaksanakannya sejak maret lalu.

“Kaitan dengan Perpu bahwa ada program perlindungan sosial, salah satunya untuk program sembako termasuk PKH dan ibu hamil itu sudah kita laksanakan mulai maret ,”ungkapnya kepada media ini (2/4/2020).

Menurutnya, bantuan yang diberikan kepada masyarakat  dari pemerintah tersebut ada kenaikan.

“Untuk program sembako naik indeknya dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu. Sedangkan untuk PKH, ibu hamil dan anak usia dini juga tahun ini naik dari dulunya Rp 2,4 juta sekarang menjadi Rp 3 juta/ tahun,” terangnya.

Dikatkannya bahwa kenaikan ini dilatarbelakangi oleh mewabahnya virus corona di Indonesia. Sehingga, bantuan tersebut menjadi naik. Dan ini juga untuk menaikan daya beli masyarakat,”timpalnya

Sementara untuk program lainnya, tambah Mirajuddin, hingga saat ini pihaknya belum ada pemberitahuan dari pemerintah pusat ataua kementerian bahwa ada pembatalan dan sebagainya. Dan program ini telah berjalan seperti pada sebelumnya.

“Ada program Kube dan program rutilahu. Itu program tahun ini. Dan program ini sudah berjalan sejak september tahun lalu. Sedangkan untuk realisasinya tahun ini,”sambungnya.

Masih menurut Mirajuddin  mengenai tentang  adanya pengaruh dengan virus corona pemerintah pusat sendiri mengenai program dimaksud, ia mengaku sejauh ini belum ada pemberitahuan.

“Apakah program tersebut batal atu ditunda atau tetap berlanjut, tapi yang jelas posisi saat ini adalah masih sesuai rencana semula dan terus berlanjut,”tutup mirajuddin. (Hrm/Hnn)

Anda mungkin juga berminat