Peduli Warga Terdampak Covid 19, Anggota Fraksi PKS Bagi 1000 Paket Sembako di Ambon

191

MALUKU (Garudanews.id) – Kebijakan physical distancing dan mewabahnya  Covid 19 berdampak kepada masyarakat luas di Maluku. Daya beli sebagian besar masyarakat  menjadi menurun dan beban ekonomi kian bertambah. Upaya meringankan beban masyarakat akibat pandemic Virus Corona (Covid 19) dilakukan oleh Anggota DPR RI Dapil Propinsi Maluku, Saadiah Uluputty.

Sejak kemarin Senin (20/4/2020hingga Selasa (21/4.2020), Saadiah Uluputty menggelar aksi bagi sembako gratis kepada warga terdampak. Bersama struktur DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Propinsi Maluku, aksi bagi – bagi sembako dilakukan di kota Ambon. Pihaknya menyediakan dan mendistribusikan 1000 paket sembako.

“Pandemi Covid 19 menyebabkan beban ekonomi warga kota Ambon terkhusus dan Maluku secara umum kena dampak. Daya beli mereka menurun. Banyak yang kehilangan mata pencaharian,” sebut Saadiah di Ambon, seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Selasa, (21/4/2020) .

Distribusi dan pembagian sembako gratis antara lain untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak dan rentan. Selain bantuan 1000 sembako, Saadiah juga menyiapkan 1000 buah masker yang dibagi bersamaan dengan paket sembako.

Bantuan yang disalurkan kata Saadiah, tidak dapat menyentuh seluruh masyarakat di Kota Ambon dan daerah lainnya di Maluku, namun kontribusi yang dilakukan menjadi sumbangsih untuk membangun empati bagi masyarakat.

“Beban ekonomi yang dipikul oleh masyarakat tentu berat.  Aksi peduli ini menjadi kontribusi untuk berbagi perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas anggota Fraksi PKS  ini.

Dirinya menandaskan jika efek covid 19 memukul berbagai sektor kehidupan masyarakat. Maka ia berharap agar pemerintah menyiapkan jaring pengaman sosial (social safety net) secara serius. Semua wilayah harus tersentuh termasuk masyarakat di daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T) di Propinsi Maluku.

“Jaring pengaman social harus serius disiapkan serius oleh pemerintah. Aspek keterjangkauan harus dapat menyentuh masyarakat pada semua wilayah termasuk di wilayah 3T,” harap Saadiah. Karena kebijakan pembatasan sosial yang  saat ini berjalan, berakibat masyarakat 3T juga kena dampak. (Mhd)

Anda mungkin juga berminat