Cina Klaim Virus Corona dari Kelelawar Wuhan Tak Menyebar ke Seluruh Dunia

161

WUHAN (Garudanews.id) – Sebuah laboratorium di Wuhan punya tiga kelelawar yang memiliki virus Corona. Namun, direktur lab tersebut mengatakan virus Corona yang dimiliki tiga kelelawar itu tidak ada yang cocok dengan yang menyebar di seluruh dunia.

Para ilmuwan awalnya berpikir jika virus Corona (Covid-19) yang pertama kali muncul di Wuhan, berasal dari kelelawar dan bisa ditularkan ke manusia. Namun, Direktur Institut Virologi Wuhan, Wang Yanyi mengatakan bahwa virus yang ‘bocor’ dari fasilitas itu adalah fabrikasi murni.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Tiongkok, CGTN, laboratorium telah mengisolasi dan memperoleh beberapa virus Corona dari kelelawar. Mereka mengumpulkannya untuk diteliti.

“Sekarang kami memiliki tiga jenis virus hidup. Tetapi kesamaan tertinggi mereka dengan SARS-CoV-2 hanya mencapai 79,8 persen,” katanya merujuk pada jenis virus Corona yang menyebabkan covid-19, dilansir dari Channel News Asia, Minggu 24 Mei 2020.

Salah satu tim riset mereka, yang dipimpin Profesor Shi Zhengli telah meneliti virus Corona pada kelelawar sejak 2004. Penelitian berfokus pada penelusuran sumber SARS.

“Kita tahu bahwa seluruh genom SARS-CoV-2 hanya 80 persen mirip dengan SARS. Ini perbedaan yang jelas,” tutur Wang.

“Jadi dalam penelitian Profesor Shi, mereka tidak memperhatikan virus yang kurang mirip dengan SARS,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengungkapkan bahwa laboratorium keamanan hayati di Tiongkok terlibat dalam wabah Covid-19. Mereka mengklaim bahwa ada bukti patogen berasal dari laboratorium tersebut.

Namun, laboratorium mengatakan telah menerima sampel virus yang tidak diketahui pada 30 Desember. Mereka kemudian menentukan urutan genom virus pada 2 Januari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerima informasi tentang patogen dari lembaga tersebut pada 11 Januari.

“Sebelum menerima sampel virus pada Desember lalu, tim kami tidak pernah menemukan, meneliti atau menyimpan virus,” serunya.

Melansir laman Medcom, dia kemudian mempertanyakan teori Trump yang mengatakan virus itu bocor dari lab mereka. WHO pun mengatakan Washington tidak memiliki bukti untuk mendukung klaim spekulatif tersebut. (Red)

 

Anda mungkin juga berminat