Anggaran Dinsos Minim, Penerima Bansos di Pringsewu Tidak Merata

164

PRINGSEWU (Garudanews.id) –  Di tengah pandemi Corona atau Covid-19 ini, peran Dinas Sosial cukup menjadi perhatian. Sebab, organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut sebagai garda terdepan dalam penyaluran bantuan sosial (Bansos) kepada warga yang terdampak Covid-19.

Namun berbeda di kabupaten Pringsewu, provinsi Lampung, belum meratanya bantuan sosial (Bansos) penanganan Covid-19 di kabupaten tersebut dinilai karena minimnya anggaran yang dikelola oleh Dinas Sosial sebagai salah satu stakeholder Gugus Tugas Penanganan virus Corona.

Kepala Dinas Sosial kabupaten Pringsewu Bambang Suhermanu mengungkapkan, selama pandemi ini pihaknya baru melaksanakan tiga kegiatan yang terkait penanganan dampak sosial Covid-19.

“Pertama kami menyalurkan cadangan beras pemerintah dengan jumlah seratus ton dengan dasar surat Kemensos no 22 tahun 2019 dan surat edaran No 3 tahun 2020 dengan dasar surat itu kita meminta beras cadangan pemerintah dari Bulog dan diperuntukkan bagi masyarakat terdampak Covid-19 sebanyak 10 ribu jiwa yang serimonialnya dihadiri Bupati dan Kapolres Pringsewu,” ungkap Bambang saat ditemui di kantornya, baru-baru ini.

Kemudian yang kedua, lanjut Bambang,  dinasnya diperintahkan untuk menangani dampak Covid-19 di pekon Giri Tunggal kecamatan Pagelaran Utara.

“Dinas Sosial memberikan bantuan dampak Covid-19 sejumlah 55 Kepala Keluarga dengan nominal kurang lebih 600-an perkepala keluarga dalam bentuk paket sembako,” ucap Bambang.

Menurut dia, penerima bantuan bantuan adalah bagi warga yang berjarak 100 meter dari rumah pasien Covid-19.  Karena mereka masuk dalam Isolasi.

“Selanjutnya kami Dinas Sosial diperintahkan memberikan tali asih kepada mereka yang terdampak Covid-19 dari rekan-rekan media dan disalurkan oleh pihak protokol dan humas kabupaten Pringsewu. Jadi secara keseluruhan dana penanganan covid19 yang dikelola oleh Dinas Sosial kurang lebih 95 juta rupiah,” beber Bambang.

Menanggapi kecilnya anggaran tersebut ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) kabupaten Pringsewu Bennur DM mengatakan seharusnya pemerintah kabupaten Pringsewu lebih memperhatikan lagi masyarakat terdampak Covid-19.

Bennur mengatakan, Gugus Tugas penanganan Covid-19 kabupaten Pringsewu seharusnya dapat lebih besar lagi memberikan anggaran untuk masyarakat terdampak Covid-19.

“Selain itu perlu diperjelas berapa persen anggaran yang dipotong dari dinas-dinas dan OPD dan pemanfaatannya untuk penanganan Covid19. Kami dari Pospera kabupaten Pringsewu akan terus menggali informasi tentang pengunaan anggaran Covit-19 ini,” pungkas Bennur. (Tm)

 

Anda mungkin juga berminat